Jumat, 12 Juni 2026

Innalillahi...Selamat Jalan, Mbok Yem: Penjaga Warung Legendaris di Puncak Gunung Lawu Tutup Usia

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 23 April 2025 | 17:53 WIB
Innalillahi...Selamat Jalan, Mbok Yem: Penjaga Warung Legendaris di Puncak Gunung Lawu Tutup Usia. (KlikSoloNews/dok Instagram)
Innalillahi...Selamat Jalan, Mbok Yem: Penjaga Warung Legendaris di Puncak Gunung Lawu Tutup Usia. (KlikSoloNews/dok Instagram)

MAGETAN, KLIKSOLONEWS.COM – Dunia pendakian Indonesia berduka. Mbok Yem, sosok legendaris penjaga warung di puncak Gunung Lawu, meninggal pada Rabu 23 April 2025, siang di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

Kabar duka ini dibenarkan Sugeng Sucipto, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gonggang. Diketahui, Mbok Yem, yang memiliki nama asli Wakiyem, sempat menjalani perawatan di RSU Siti Aisyiyah, Ponorogo.

Beberapa saat dirawat, Mbok Yem mengembuskan napas terakhir. Almarhuman meninggal akibat pneumonia akut yang menyerang sistem pernapasannya.

Nama Mbok Yem telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah pendakian Gunung Lawu. Sejak era 1980-an, ia dikenal sebagai pemilik warung di Hargo Dumilah, hanya sekitar 115 meter di bawah puncak Lawu, pada ketinggian 3.150 mdpl. Warungnya dikenal sebagai warung tertinggi di Indonesia.

Bagi ribuan pendaki yang melewati jalur Cemoro Sewu maupun Cemoro Kandang, kehadiran Mbok Yem lebih dari sekadar penjual makanan dan minuman.

Ia adalah pelita di tengah kabut tebal, penyemangat di dinginnya malam puncak, dan simbol keteguhan hati dalam menghadapi tantangan alam.

Mbok Yem dikenal akan keramahan dan keteguhannya. Meski usia terus bertambah dan cuaca sering tak bersahabat, ia tetap setia tinggal di puncak. Sosoknya menjadi bagian dari cerita-cerita pendakian, dari para pemula hingga para pendaki senior.

Kenangan yang Tak akan Luntur

Kepergian Mbok Yem meninggalkan luka mendalam di hati para pendaki dan pecinta alam. Banyak yang mengunggah kenangan bersamanya di media sosial, menyampaikan doa dan rasa terima kasih atas dedikasinya yang luar biasa.

“Mbok Yem adalah puncak itu sendiri. Tanpa beliau, Lawu tak lagi sama,” tulis seorang pendaki di Instagram.

Kini, warung kecil di ketinggian itu akan tetap menjadi saksi bisu akan cinta, keteguhan, dan kehangatan yang ia berikan selama puluhan tahun.

Selamat jalan, Mbok Yem. Jasamu abadi di puncak Lawu dan di hati kami semua. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X