Jumat, 12 Juni 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Baznas Jateng Sinkronkan Zakat dengan Program Pemprov

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 22 April 2025 | 15:03 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Baznas Jateng Sinkronkan Zakat dengan Program Pemprov. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Baznas Jateng Sinkronkan Zakat dengan Program Pemprov. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Pengumpulan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.


Menanggapi hal ini, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyampaikan dukungan penuh terhadap peningkatan penghimpunan zakat, sekaligus mendorong agar penyalurannya selaras dengan program strategis Pemerintah Provinsi.


Data Baznas Jateng mencatat, total perolehan zakat tahun 2022 mencapai Rp82,6 miliar, naik menjadi Rp91,7 miliar pada 2023, dan terus meningkat menjadi Rp102,7 miliar di tahun 2024. Hingga 17 April 2025, zakat yang berhasil dihimpun telah menembus Rp36,07 miliar.


“Baznas Jateng melaporkan secara resmi kepada Gubernur hari ini. Kami sampaikan pencapaian yang sudah diraih, termasuk peningkatan zakat yang signifikan tiap tahun,” ujar Ketua Baznas Jateng, Ahmad Daroji, usai bertemu Gubernur di Semarang, Selasa 22 April 2025.


Menurut Daroji, dana zakat yang terkumpul telah dimanfaatkan untuk mendukung sejumlah program prioritas Pemprov, utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi produktif.


Program tersebut mencakup 21 jenis pelatihan kerja bagi 12.870 peserta, serta bantuan modal UMKM untuk 14.443 orang dengan total dana Rp 38,5 miliar.


Baznas Jateng juga mendukung program sosial lainnya seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 2.717 unit senilai Rp 46,9 miliar, pembangunan jamban sehat 981 unit senilai Rp 2,1 miliar, dan penanganan stunting lewat distribusi 254.374 kaleng olahan daging.


Tak hanya itu, bantuan konsumtif juga disalurkan untuk rehab tempat ibadah dan pendidikan keagamaan, antara lain masjid (947 unit, Rp 23,9 miliar), musala (703 unit, Rp 10,4 miliar), pondok pesantren (1.122 unit, Rp 22,6 miliar), madrasah (997 unit, Rp 16,7 miliar), dan TPQ (289 unit, Rp 6,8 miliar).


Baznas Jateng juga menyalurkan dana untuk bantuan bencana alam di berbagai wilayah, bantuan kemanusiaan ke Palestina, penanganan COVID-19, serta pemberian beasiswa kepada 4.269 mahasiswa.


“Gubernur menyampaikan bahwa hasil kerja Baznas sangat dirasakan oleh masyarakat. Beliau siap membantu agar penghimpunan dana terus meningkat dan pemanfaatannya semakin efektif,” ungkap Daroji.


Gubernur juga menekankan pentingnya pemanfaatan zakat yang terkoordinasi dan tidak berjalan parsial. “Semua dana zakat harus mendukung pembangunan daerah. Dengan begitu, anggaran dapat digunakan bersama-sama dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Jateng, Iwanuddin Iskandar, menegaskan bahwa sinergi Baznas dan Pemprov akan terus diperkuat untuk menutup kekurangan dari APBD, APBN, dan CSR.


“Baznas jadi solusi utama pengurangan kemiskinan dan pemerataan program. Ke depan, potensi zakat dari instansi vertikal, BUMN, dan lainnya akan terus digali. Kita ingin sinergi bukan lagi sporadis, tapi merata ke seluruh kabupaten/kota di Jateng,” pungkasnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X