Sabtu, 13 Juni 2026

Wagub Jateng Titipkan Masalah Kemiskinan hingga Pernikahan Anak ke Lemhanas: Harap Jadi Kebijakan Strategis

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 22 April 2025 | 09:30 WIB
Wagub Jateng Titipkan Masalah Kemiskinan hingga Pernikahan Anak ke Lemhanas: Harap Jadi Kebijakan Strategis. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Titipkan Masalah Kemiskinan hingga Pernikahan Anak ke Lemhanas: Harap Jadi Kebijakan Strategis. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menitipkan berbagai persoalan mendesak di wilayahnya kepada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Permintaan ini disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi rombongan Lemhanas di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Semarang, Senin 21 April 2025, malam.

Beberapa isu yang ditekankan antara lain kemiskinan, stunting, dan pernikahan usia anak, yang menurutnya perlu diintervensi melalui rekomendasi kebijakan strategis berbasis kajian Lemhanas.

“Kemiskinan (di Jateng) tinggi, 9,58 persen. Ada juga stunting, pernikahan dini yang berpotensi menyebabkan perceraian dan kekerasan. Saya titip, agar itu bisa dimasukkan dalam kebijakan yang direkomendasikan Lemhanas,” ujar Taj Yasin.

Kunjungan ini merupakan bagian dari Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-68, yang diikuti sekitar 30 peserta lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, ASN, hingga Non-ASN. Beberapa peserta diketahui merupakan putra-putri asal Jawa Tengah.

Selama tiga hari ke depan, peserta akan mendalami isu-isu strategis di Jateng—meliputi pemerintahan, pendidikan tinggi, keamanan, hingga sektor dunia usaha.

“Saya yakin pasti ada informasi penting yang bisa digali. Misalnya bagaimana kondisi kampus, pemerintahan, hingga dunia usaha khas Jawa Tengah,” tutur Yasin.

Dalam dialognya, Taj Yasin juga menggambarkan karakteristik sosial masyarakat Jateng yang dikenal terbuka terhadap dialog dan musyawarah dalam menghadapi kebijakan atau masalah sosial.

“Di Jawa Tengah, kalau ada persoalan, kita utamakan diskusi. Dulu saat bersama Mas Ganjar, kita sering langsung temui masyarakat saat demo. Mereka justru senang ketika pemimpinnya hadir,” kenangnya.

Menurutnya, pendekatan personal dan partisipatif lebih efektif daripada pendekatan koersif. Ia juga menekankan pentingnya tidak mengedepankan ego sektoral dan lebih mengutamakan mendengar aspirasi masyarakat.

Pimpinan rombongan Lemhanas, Laksamana Muda TNI Sawa, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap kondisi nyata di daerah, termasuk tantangan dan potensi di Jawa Tengah.

“Kami harap, setelah kembali ke instansi masing-masing, peserta P4N bisa membawa pengalaman dan pemahaman ini untuk kemajuan Indonesia, khususnya Jawa Tengah,” kata Sawa. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X