SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Nuansa budaya kental menyelimuti kawasan Pura Mangkunegaran, Solo, dalam peringatan hari berdiri atau Adeging Mangkunegaran tahun ini. Ribuan warga dan wisatawan memadati area keraton untuk menikmati berbagai agenda budaya, dari festival musik hingga pesta kuliner.
Di tengah semaraknya acara, Gojek – bagian dari ekosistem GoTo – tampil sebagai mitra mobilitas utama, menghubungkan masyarakat dengan pusat budaya melalui inovasi teknologi.
Sebagai penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, Gojek menghadirkan kemudahan akses ke lokasi perayaan melalui layanan GoRide dan GoCar.
Untuk merespons antusiasme pengunjung, Gojek juga menghadirkan promo spesial bertajuk MANGKUNEGARAN268 yang memberikan potongan harga hingga Rp30.000 untuk perjalanan selama periode 11–20 April 2025.
Menurut Farid Isnawan, Strategic Regional Head Gojek Central & West Java, keterlibatan Gojek dalam kegiatan budaya bukan sekadar dukungan operasional, melainkan bentuk nyata partisipasi dalam pelestarian budaya.
“Kami ingin menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya lokal. Gojek hadir agar masyarakat makin mudah menjangkau ruang-ruang kebudayaan seperti Pura Mangkunegaran,” ujar Farid.
Ia menambahkan, sinergi antara teknologi dan kebudayaan akan semakin penting dalam mendorong ketertarikan generasi muda terhadap tradisi.
Mangkunegaran: Simbol Tradisi, Magnet Pariwisata
Pujian terhadap penyelenggaraan acara datang langsung dari KGPAA Mangkoenagoro X, yang menilai sinergi berbagai pihak—termasuk Gojek—telah membantu menjadikan acara tahunan ini sebagai daya tarik pariwisata yang kuat.
“Peringatan ini bukan hanya mengenang sejarah, tapi juga mendatangkan manfaat ekonomi. Kehadiran Gojek membuat pengunjung lebih nyaman dan membantu menggeliatkan sektor UMKM,” ungkapnya.
Salah satu pelaku usaha kuliner lokal, Yonathan Sebastian Liyanto, pemilik Ayam Keprabon, mengaku merasakan langsung dampak positif acara ini.
-
“Selama perayaan, pembeli kami naik drastis. Banyak dari mereka datang berkat kemudahan akses transportasi dari Gojek. Ini bentuk dukungan nyata terhadap UMKM,” ujarnya.
Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencatat lonjakan jumlah pengunjung sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan lebih dari 20.000 orang hadir selama tiga hari. Tak hanya itu, lebih dari 50 UMKM ikut berpartisipasi dalam event ini, menciptakan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
Peringatan Adeging Mangkunegaran tahun ini membuktikan bahwa pelestarian budaya tak harus berjalan sendiri. Dengan dukungan pihak swasta seperti Gojek, ruang tradisi kini lebih inklusif, terjangkau, dan dinamis. Bagi Solo, ini bukan hanya perayaan masa lalu, tapi juga langkah menuju masa depan budaya yang tetap hidup di tengah arus modernisasi.