Jumat, 12 Juni 2026

Menteri Lingkungan Hidup Tinjau PLTSa Putri Cempo Solo, Dorong Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 18 April 2025 | 16:31 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Tinjau PLTSa Putri Cempo Solo, Dorong Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Energi. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)
Menteri Lingkungan Hidup Tinjau PLTSa Putri Cempo Solo, Dorong Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Energi. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COMMenteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Mojosongo, Jebres, Solo, untuk meninjau langsung perkembangan proyek pengelolaan sampah berbasis energi yang telah berjalan sejak 2019.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif didampingi Wali Kota Surakarta, Respati Ardi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo Kristiana Hariyanti.

Ketiganya meninjau fasilitas PLTSa, menyimak penjelasan teknis dari tim operasional, serta berdiskusi terkait berbagai kendala dan peluang pengembangan proyek ke depan.

Menteri Hanif menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan kelancaran operasional PLTSa serta mendukung percepatan penyelesaian permasalahan sampah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Solo.

“Hari ini saya datang langsung untuk mendorong agar pengelolaan sampah bisa segera dioperasionalkan secara maksimal, baik dari hulu maupun hilir, dan agar penerapan Waste to Energy (WtE) di Putri Cempo bisa jadi contoh bagi daerah lain,” ujar Hanif.

Ia menambahkan bahwa tantangan utama dalam operasional PLTSa adalah kesenjangan antara biaya operasional dan kompensasi harga listrik yang belum ekonomis.

Namun, pihaknya telah mendapatkan arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk menyelesaikan persoalan sampah dengan cepat dan sistematis, terutama di daerah dengan produksi sampah harian tinggi seperti Soloraya.

General Manager PLTSa Putri Cempo, Roland Papahan, menjelaskan bahwa sejak resmi beroperasi pada 24 Februari 2024, fasilitas ini telah mampu mengolah sekitar 80 ton sampah kering per hari dari total 120 ton sampah basah yang masuk.

“Dengan target Solo yang memproduksi hingga 400 ton sampah per hari, kami menargetkan bisa mengelola keseluruhan sampah tersebut mulai Agustus 2025. Kami sedang menambah area pengolahan seluas 3.000 meter persegi untuk mewujudkan hal ini,” jelas Roland.

Saat ini, PLTSa Putri Cempo telah menghasilkan sekitar 1,6 megawatt listrik per hari, dan kapasitas ini akan terus ditingkatkan seiring bertambahnya volume sampah yang dapat dikelola.

Wali Kota Surakarta. Respati Ardi menyambut baik kunjungan Menteri Hanif sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani isu lingkungan.

“Masukan dan dukungan dari Kementerian sangat penting. Kami akan segera menyampaikan seluruh kendala teknis yang kami hadapi di lapangan agar dapat dicarikan solusi bersama,” kata Respati.

Menteri Hanif juga menegaskan bahwa peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam penerapan pemilahan sampah dari rumah tangga, yang akan membantu meningkatkan efisiensi pengolahan di tingkat hilir.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hanif mengingatkan bahwa sesuai Perpres No. 35 Tahun 2018, serta Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, seluruh daerah diminta segera menghentikan sistem open dumping dan beralih ke teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan.

Hingga kini, hanya dua PLTSa yang berhasil beroperasi secara konsisten di Indonesia, termasuk PLTSa Putri Cempo. Sementara sembilan lainnya masih dalam proses penyelesaian dan menghadapi berbagai tantangan. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X