Jumat, 12 Juni 2026

Citra Elon Musk Guncang Pasar: Penjualan Mobil Bekas Tesla Melejit Tajam

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 12 April 2025 | 09:00 WIB
Citra Elon Musk Guncang Pasar: Penjualan Mobil Bekas Tesla Melejit Tajam. (KlikSoloNews/dok Tesla)
Citra Elon Musk Guncang Pasar: Penjualan Mobil Bekas Tesla Melejit Tajam. (KlikSoloNews/dok Tesla)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pasar mobil listrik tengah menghadapi dinamika yang mengejutkan. Di tengah gempuran inovasi dan persaingan ketat di sektor kendaraan listrik, Tesla justru mengalami tekanan dari dalam—yakni dari figur CEO-nya sendiri, Elon Musk.

Kritik terhadap aktivitas politik Musk diyakini sebagai salah satu faktor utama melonjaknya jumlah mobil Tesla bekas yang dijual selama Maret 2025.

Berdasarkan data dari Cox Automotive, jumlah mobil Tesla bekas yang tercatat di platform Autotrader.com menembus angka 13.000 unit hanya dalam satu pekan terakhir Maret. Angka tersebut mencatatkan rekor baru sekaligus mencerminkan lonjakan 67 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Konsumen Bereaksi Terhadap Kontroversi Musk

Lonjakan drastis ini ditengarai sebagai bentuk resistance konsumen terhadap Elon Musk, yang kerap kali menjadi sorotan akibat pandangannya dalam isu-isu politik yang memicu polemik di AS dan Eropa.

Para analis pasar menilai bahwa konsumen kini semakin mempertimbangkan aspek citra merek dan nilai-nilai sosial dalam pengambilan keputusan mereka, termasuk dalam membeli kendaraan.

“Ini bukan semata-mata soal mobil listrik atau performa. Kini konsumen juga melihat siapa di balik brand itu, dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap nilai yang diyakini publik,” ujar seorang analis dari Kelley Blue Book.

Bersamaan dengan melonjaknya penjualan mobil bekas, Tesla juga mencatat kinerja yang menurun pada kuartal pertama 2025. Menurut laporan Kelley Blue Book, penjualan kendaraan listrik secara keseluruhan di AS memang meningkat 10,6 persen, namun Tesla justru mengalami penurunan hampir 9 persen.

Data dari Arena EV juga menunjukkan bahwa pengiriman unit Tesla turun sekitar 13 persen, hanya mencapai 336.681 unit, jauh di bawah capaian kuartal pertama 2024 yang berada di angka 386.810 unit.

Tesla Terdesak, BYD Menggeser Takhta

Sementara Tesla tertatih, pesaing-pesaingnya mulai menunjukkan taring. Salah satunya adalah BYD, raksasa otomotif asal China, yang baru-baru ini dikukuhkan sebagai produsen kendaraan listrik terbesar dunia, menggusur Tesla dari posisi puncak.

Produsen lain seperti Hyundai dan General Motors (GM) juga mencatatkan pertumbuhan solid, dengan lini kendaraan listrik yang semakin kompetitif dan inovatif.

Di tengah perkembangan ini, para pengamat menyebut bahwa Tesla berada di titik kritis. Tak hanya soal inovasi teknologi, perusahaan kini dituntut untuk menangani tantangan reputasi dan citra brand yang mulai tergerus akibat perilaku figur utamanya.

Jika tidak segera merespons tren ini dengan strategi komunikasi dan pengembangan produk yang relevan, bukan tidak mungkin dominasi Tesla di pasar kendaraan listrik akan terus tergerus.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X