Jumat, 12 Juni 2026

AS Naikkan Tarif, China Langsung Balas! Ketegangan Meningkat

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 12 April 2025 | 07:00 WIB
AS Naikkan Tarif, China Langsung Balas! Ketegangan Meningkat. (KlikSoloNews/dok)
AS Naikkan Tarif, China Langsung Balas! Ketegangan Meningkat. (KlikSoloNews/dok)

BEIJING, KLIKSOLONEWS.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah Washington secara sepihak menaikkan tarif impor terhadap produk asal Negeri Tirai Bambu.

Merespons langkah tersebut, pemerintah China menegaskan mereka tak menginginkan konflik dagang, namun tidak akan tinggal diam jika kepentingan nasionalnya dirugikan.

Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam jumpa pers di Beijing, Kamis 10 April 2025, dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

“Kami tidak ingin perang dagang, tetapi juga tidak gentar menghadapinya. Jika hak rakyat kami dan sistem perdagangan global dirusak, China akan bertindak,” tegas Lin.

Langkah Amerika yang dianggap provokatif itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penangguhan sementara tarif terhadap lebih dari 75 negara mitra dagang, namun secara mengejutkan justru menaikkan tarif terhadap produk China hingga 125 persen.

Trump berdalih bahwa China "tidak menghargai mekanisme perdagangan global" dan menuding negara itu melakukan manipulasi untuk kepentingan sepihak.

China Lakukan Balasan Cepat

Sebagai respons, Beijing langsung menerapkan tarif balasan sebesar 84 persen untuk berbagai produk asal Amerika Serikat. Selain itu, China juga secara resmi mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menuduh AS telah melanggar prinsip-prinsip perdagangan internasional.

“Kalau AS terus memaksakan kehendak dengan pendekatan sepihak, mereka bukan hanya menghadapi kami, tetapi juga kecaman dari dunia internasional,” ujar Lin.

China menegaskan akan tetap menjaga kedaulatan ekonomi dan tidak ragu mengambil tindakan untuk mempertahankan kepentingan nasional.

Pemerintah Tiongkok juga membuka kemungkinan dialog, namun hanya jika AS menunjukkan itikad baik dan sikap saling menghormati.

“China menolak segala bentuk tekanan ekonomi dan akan melawan kebijakan intimidatif yang mengancam stabilitas global,” tegasnya.

Kondisi ini langsung memicu reaksi dari pasar keuangan dunia. Di AS, bursa saham justru melonjak menyusul pengumuman Trump.

Indeks Dow Jones mencatat kenaikan sebesar 7,69 persen, sementara Nasdaq menguat 12,16 persen, dan Russell 2000 naik 8,66 persen. Imbal hasil obligasi AS juga menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

China sendiri menilai bahwa kebijakan tarif tinggi tersebut tidak hanya merugikan satu negara, tetapi juga mengancam integritas sistem perdagangan multilateral.

Oleh karena itu, China mendesak WTO untuk menyelidiki dampak dari kebijakan AS terhadap perdagangan global dan melaporkan hasilnya kepada seluruh negara anggota. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X