Jumat, 12 Juni 2026

Kesepakatan TikTok-AS Gagal di Menit Akhir, China Tersinggung Tarif Trump

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 9 April 2025 | 12:00 WIB
Kesepakatan TikTok-AS Gagal di Menit Akhir, China Tersinggung Tarif Trump. (KlikSoloNews/dok)
Kesepakatan TikTok-AS Gagal di Menit Akhir, China Tersinggung Tarif Trump. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Otoritas China menolak menyetujui kesepakatan pemisahan aset TikTok di Amerika Serikat, meskipun perjanjian tersebut sempat dikabarkan hampir mencapai tahap final pada 2 April 2025.


Penolakan ini disebut terkait dengan kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap barang-barang asal China, demikian dilaporkan Reuters, mengutip dua sumber yang mengetahui langsung isu ini.


Kesepakatan tersebut sebelumnya mencakup rencana pembentukan entitas baru yang akan mengelola operasional TikTok di AS.


Dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews, dalam struktur baru tersebut, investor asal Amerika akan memegang mayoritas saham, sementara ByteDance—induk perusahaan TikTok yang berbasis di China—akan tetap memiliki sekitar 20 persen kepemilikan.


Laporan menyebutkan rencana restrukturisasi itu telah memperoleh lampu hijau dari berbagai pihak, termasuk investor lama dan baru TikTok, ByteDance, serta otoritas AS.


Namun, pengumuman kebijakan perdagangan yang lebih agresif dari Presiden AS Donald Trump memicu ketegangan baru dan memperumit proses finalisasi kesepakatan.



Tarif Baru AS Pengaruhi Proses Negosiasi


Pada Rabu (2/4), Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan tarif dasar sebesar 10 persen terhadap seluruh barang impor ke Amerika Serikat. Kebijakan ini mulai berlaku pada 5 April, dan akan disusul dengan tarif tambahan yang lebih tinggi serta bersifat resiprokal terhadap negara-negara dengan defisit perdagangan terbesar, mulai 9 April.


Kebijakan tarif ini dipandang sebagai pemicu ketegangan lanjutan dalam hubungan dagang antara AS dan China, dan berdampak langsung terhadap kelanjutan negosiasi TikTok.


Sebagai tanggapan atas kebuntuan ini, Presiden Trump mengumumkan pada Jumat 4 April 2025, akan menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan TikTok untuk tetap beroperasi di AS selama 75 hari ke depan.


Masa tenggang ini diberikan agar proses negosiasi akuisisi atau restrukturisasi dapat terus berlanjut.


Di hari yang sama, ByteDance mengonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan diskusi intensif dengan pemerintah AS demi mencari solusi terbaik untuk keberlangsungan layanan TikTok di pasar Amerika.


Menurut laporan NBC News, penolakan China terhadap kesepakatan ini sebenarnya merupakan reaksi terhadap pengumuman tarif resiprokal dari AS, meskipun sebelumnya pemerintah China dikabarkan telah menyetujui rencana pemisahan TikTok di AS.


Dengan situasi geopolitik dan ekonomi yang terus berkembang, penyelesaian konflik terkait TikTok ini kini bergantung pada hasil akhir negosiasi antara kedua negara serta keputusan strategis para pemangku kepentingan utama. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X