Jumat, 12 Juni 2026

Pemprov Jateng Bentuk Pokja Khusus Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 9 April 2025 | 09:25 WIB
Pemprov Jateng Bentuk Pokja Khusus Percepat Program Makan Bergizi Gratis. (KlikSoloNews/dok)
Pemprov Jateng Bentuk Pokja Khusus Percepat Program Makan Bergizi Gratis. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan keseriusannya dalam mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program MBG. Pembentukan Pokja ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/88 Tahun 2025.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang juga ditunjuk sebagai Ketua Pokja, menjelaskan bahwa saat ini di Jateng sudah ada lebih dari 120 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengoperasikan total 89 dapur MBG.

Capaian ini menjadikan Jawa Tengah menempati posisi kedua secara nasional dalam implementasi program tersebut.

"Kita sudah menyusun alur dan jalur koordinasi. Siapa yang harus dihubungi, bagaimana prosedurnya, hingga penyelesaian persoalan di lapangan sudah mulai diakomodasi," jelas Yasin usai memimpin rapat perdana Pokja di ruang kerjanya, Selasa 8 April 2025.

Pemprov mencatat bahwa untuk mendukung pelaksanaan MBG secara menyeluruh, dibutuhkan 3.470 dapur MBG yang siap melayani lebih dari 8 juta penerima manfaat di seluruh Jawa Tengah.

Target penerima meliputi 7,9 juta siswa, 439.931 ibu hamil, 420.638 ibu menyusui, DAN198.993 anak dengan status stunting

"Kami mengajak berbagai pihak, baik lembaga pendidikan, pondok pesantren, pelaku usaha, hingga sekolah-sekolah untuk ikut berperan. Silakan koordinasikan pelaksanaannya ke kami di tingkat provinsi," tandasnya.

Pokja yang berada di bawah arahan langsung Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi sebagai penasihat ini, telah mulai menjalankan beberapa upaya konkret. Di antaranya menilai aset Forkopimda yang berpotensi digunakan sebagai lokasi dapur MBG, serta memetakan jalur distribusi bahan pokok.

Distribusi akan melibatkan koperasi tani, petani dan peternak lokal, serta BUMDes yang memiliki komoditas pertanian. Tujuannya adalah memastikan rantai pasok tetap stabil dan menguntungkan pelaku usaha lokal.

Dengan terbentuknya Pokja ini, Pemprov berharap pelaksanaan program MBG bisa lebih efisien, tepat sasaran, dan melibatkan banyak elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas gizi warga Jateng. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X