SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Meski jumlah kendaraan yang melintas di Kota Solo selama masa libur Lebaran 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, beberapa kawasan wisata dan sentra kuliner justru menunjukkan lonjakan kepadatan arus.
Data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta mencatat sebanyak 515.022 kendaraan masuk dan keluar Solo melalui tujuh titik perbatasan kota selama masa arus mudik dan balik. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,73 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Menurut Kepala Dishub Surakarta, Taufiq Muhammad, turunnya volume kendaraan ini disinyalir karena panjangnya masa liburan tahun ini.
“Dengan durasi libur yang lebih panjang, perjalanan mudik dan balik masyarakat menjadi lebih tersebar. Tidak ada lonjakan tajam seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Taufiq.
Lebih lanjut, Taufiq mengungkapkan bahwa mayoritas kendaraan yang melintas adalah sepeda motor (61 persen), diikuti kendaraan pribadi (31 persen), dan sisanya adalah kendaraan besar (8 persen).
Kendati terjadi penurunan secara keseluruhan, Taufiq mencatat lonjakan arus kendaraan di sejumlah lokasi wisata dan pusat kuliner di Solo.
“Area seperti Masjid Sheikh Zayed, Pasar Gede, Taman Balekambang, hingga warung kuliner legendaris seperti Sate Manto mengalami peningkatan kunjungan cukup signifikan,” jelasnya.
Dishub bersama kepolisian pun memperketat pengawasan lalu lintas dan parkir di lokasi-lokasi tersebut.
“Kami tidak segan melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran. Seperti di Pasar Gede kemarin, ada kendaraan luar kota yang parkir sembarangan dan langsung kami tindak dengan penggembokan,” tegas Taufiq.
Selain pengaturan lalu lintas, Dishub juga melayani delapan permintaan bantuan derek dari pemudik.
“Sebagian besar karena kendaraan mogok atau kecelakaan ringan seperti tergelincir ke drainase. Semua kami bantu antar ke bengkel terdekat,” imbuhnya.
Antisipasi Kemacetan
Kasat Lantas Polresta Surakarta, Kompol Agung Yudiawan, menambahkan pihaknya telah menerapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.
“Volume kendaraan memang menurun, terutama di hari pertama Idulfitri. Namun tetap ada kepadatan di hari-hari setelahnya, terutama di kawasan wisata,” terang Agung.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Polresta Surakarta melakukan berbagai langkah, seperti 108 kali penguraian kemacetan, 63 pengalihan arus lokal, 57 kali sistem buka-tutup, 5 kali penerapan one way lokal, dan 13 kali contraflow.
Selama musim mudik tahun ini, tercatat 25 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan 27 korban luka ringan.
“Dari sisi jumlah memang meningkat 9 persen dibanding tahun lalu. Tapi sisi positifnya, tidak ada korban jiwa, berbeda dari tahun lalu yang mencatat satu kasus meninggal dunia,” tutup Agung.
Dengan kolaborasi antara Dishub dan kepolisian, Solo berhasil menjaga kelancaran arus lalu lintas di tengah padatnya aktivitas mudik dan wisata Lebaran, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan. (KS01)