SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - FIX, laga PSS Sleman vs Persis Solo di Stadion Jatidiri Semarang tanpa penonton.
PSS Sleman kembali harus menjalani laga kandang jauh dari rumah mereka sendiri. Kali ini, pertandingan melawan Persis Solo dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Liga 1-2024/25 akan digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Selasa 11 Maret 2025, kick off pukul 20.30 WIB.
Namun, keputusan ini bukan tanpa kontroversi, terutama karena pertandingan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton.
Pemindahan lokasi laga ini menjadi pukulan bagi suporter PSS yang sudah berharap tim kesayangan mereka bisa bermain lebih dekat.
Sebelumnya, manajemen PSS telah mengajukan penggunaan Stadion Sultan Agung, Bantul sebagai kandang sementara. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tidak memberikan izin, yang akhirnya memaksa manajemen mencari opsi lain.
Keputusan Pemkab Bantul ini menuai reaksi beragam dari berbagai pihak, terutama di kalangan pendukung PSS. Beberapa kelompok suporter merasa kecewa karena PSS harus kembali bermain di luar DIY, yang tentunya mengurangi atmosfer pertandingan.
Sebagian lainnya memahami bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan keamanan dan faktor lainnya.
Manajer Event PSS, Rangga Rudwino di Omah PSS, Sleman, Minggu 9 Maret 2025, malam, menjelaskan pihaknya telah berupaya maksimal agar laga ini tetap bisa digelar dengan dukungan langsung dari suporter.
Namun, izin yang diberikan pihak berwenang di Semarang tetap mengharuskan laga berlangsung tanpa penonton.
"Kami sangat menyayangkan keputusan ini, tetapi kami juga menghormati regulasi yang telah ditetapkan. Kami berharap suporter tetap mendukung PSS dari rumah dan memahami situasi ini," ujar Rangga.
Rangga mengakui keputusan ini diambil setelah beberapa pertimbangan yang sudah dilakukan. Termasuk menghormati keputusan Pemkab Bantul.
"Keputusan untuk menggunakan Stadion Jatidiri juga sudah melalui beberapa pertimbangan. Kami dari manajemen PSS menghormati apapun keputusan Pemkab Bantul mengenai penggunaan Stadion Sultan Agung. PSS juga berharap ke depannya untuk terus bisa bekerja sama dengan Pemkab Bantul untuk membawa nama sepak bola DIY lebih baik di Liga 1," terangnya.
Dengan bermain di tempat netral tanpa kehadiran suporter, PSS menghadapi tantangan berat dalam laga ini.
Dukungan langsung dari tribun sering kali menjadi faktor penting dalam memberikan semangat bagi tim, dan kini mereka harus berjuang tanpa atmosfer yang biasanya hadir saat bermain di kandang sendiri.
Laga ini juga dipastikan akan digelar tanpa kehadiran penonton. Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSS, Yuyud Pujiarto menjelaskan alasan dibalik itu.
"Kami sudah berusaha dengan sangat keras untuk mencari venue laga PSS menghadapi Persis. Dari Panpel sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak keamanan Semarang yang telah memperbolehkan PSS untuk bermain di Semarang. Namun demikian, izin yang diberikan adalah tanpa kehadiran penonton untuk pertandingan itu," jelasnya.
"Permohonan maaf kami sampaikan juga kepada seluruh PSS Fans yang tentu ingin mendukung PSS berlaga nanti. Kami sudah mencoba untuk opsi lain tapi keputusan telah dibuat dan izin yang diberikan tanpa penonton. Untuk itu, kami memohon kepada seluruh PSS fans untuk bersabar dan menahan diri dengan tidak datang ke area stadion dan tetap mendukung PSS dari rumah," sambungnya.
Yuyud juga menyampaikan harapannya bahwa dengan digelarnya laga penting antara PSS vs Persis di tempat netral bisa membawa kemenangan penting untuk Laskar Sembada.
"Semoga dengan keputusan bermain di tempat netral, PSS bisa meraih hasil maksimal di laga menghadapi Persis dengan meraih kemenangan. Kami juga berharap agar Stadion Maguwoharjo sebagai kandang PSS bisa segera rampung agar seluruh suporter PSS bisa mendukung langsung Super Elja berlaga," pungkasnya. (ks01)