Jumat, 12 Juni 2026

Festival Jenang Warnai Peringatan HUT ke-280 Kota Solo

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Senin, 17 Februari 2025 | 14:10 WIB
Wali kota Solo Teguh Prakosa saat membuka Festival Jenang dalam rangka peringatan HUT ke-280 Kota Solo. (Foto: Dok. Pemkot Solo)
Wali kota Solo Teguh Prakosa saat membuka Festival Jenang dalam rangka peringatan HUT ke-280 Kota Solo. (Foto: Dok. Pemkot Solo)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Kota Solo merayakan hari jadinya yang ke-280 dengan rangkaian acara yang meriah pada Senin 17 Februari 2025.

Perayaan dimulai dengan upacara peringatan di Stadion Sriwedari yang dipimpin oleh Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

Selain itu, Festival Jenang yang berlangsung di koridor Ngarsopuro turut menambah semarak peringatan hari bersejarah bagi kota budaya ini.

Dalam upacara di Stadion Sriwedari, Pemerintah Kota Solo memperkenalkan inisiatif baru berupa pemberian penghargaan kepada individu dan kelompok yang telah mengharumkan nama Solo di tingkat internasional, nasional, hingga daerah.

"Tahun ini pemkot menginisiasi pemberian penghargaan. Dari ratusan kandidat, dalam waktu hanya seminggu, kami memilih mereka yang telah mendapat penghargaan di bidang masing-masing, seperti olahraga, lingkungan, dan pendidikan," ujar Wali Kota Teguh Prakosa.

Selain itu, penyelenggaraan peringatan HUT Solo tahun ini juga mengalami sejumlah perubahan signifikan. Jika sebelumnya peserta upacara berjalan kaki, kini mereka memanfaatkan moda transportasi kereta sebagai bagian dari inovasi perayaan.

-
Aneka jenang dari seluruh wilayah di Nusantara tampil di Festival Jenang, Senin 17 Februari 2025. (Foto: Dok. Pemkot Solo)

Tidak hanya itu, Festival Jenang yang menjadi agenda tahunan pun disempurnakan agar lebih optimal dalam pemanfaatan kuliner khas Solo ini.

"Dulu festival ini digelar di tengah jalan, banyak jenang yang terinjak dan tidak termakan. Sekarang kami berupaya agar semua jenang yang disajikan bisa dinikmati dan tidak terbuang sia-sia," tambah Teguh.

Kegiatan seni dan budaya yang menyertai perayaan HUT juga mengalami perubahan. Biasanya, pragmentasi seni Kota Solo digelar di ruang terbuka atau di jalanan, namun tahun ini dialihkan ke Pendapi Gede Balaikota.

"Seni budaya itu tidak pas jika ditampilkan di jalan tanpa panggung. Maka kami pilih Pendapi Gede agar lebih tertata dan menghormati nilai seni itu sendiri. Ke depan, jika menggunakan jalan, harus ada panggung yang layak, mengingat cuaca juga tidak menentu," jelasnya.

Teguh juga menyampaikan rencana pengembangan perayaan HUT Solo di tahun-tahun mendatang. Ia berharap bahwa peringatan hari jadi kota tidak hanya berpusat pada Festival Jenang, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan budaya lainnya.

"Tahun depan, kita akan terus kembangkan agar peristiwa ini tetap berkaitan erat dengan budaya. Mungkin tidak hanya Festival Jenang, tapi ada perayaan lain yang bisa dikembangkan di Sriwedari dan lokasi lainnya," ujarnya.

Festival Jenang tahun ini juga diorganisir secara lebih sistematis, dengan mengambil tema “Mustika Jenang Nusantara” yang memastikan tradisi ini tetap terjaga.

"Ngarsopuro dipilih sebagai latar belakang acara ini karena memiliki kaitan erat dengan sejarah Solo, khususnya Mangkunegaran dan Kasunanan. Ke depan, jika Alun-Alun sudah bisa digunakan, tidak menutup kemungkinan festival ini diperluas agar lebih besar lagi dan mampu memberdayakan lebih banyak warga," imbuhnya.

Teguh menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian tradisi.

"Saya harus membaca peradaban yang harus dipertahankan, serta kemajuan yang perlu diikuti, tanpa meninggalkan tradisi yang telah ada. Jika ingin semakin besar, kita harus menyesuaikan dengan jumlah pengunjung yang datang," pungkasnya. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X