Jumat, 12 Juni 2026

Kemendes PDT Canangkan Desa Tematik untuk Percepat Pembangunan Ekonomi Desa

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 2 Februari 2025 | 11:05 WIB
Perayaan Silatnas Gema Desa di Stadion Manahan berlangsung meriah, Sabtu 1 Februari 2025.(KlikSoloNews/Adhirajasa)
Perayaan Silatnas Gema Desa di Stadion Manahan berlangsung meriah, Sabtu 1 Februari 2025.(KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah mencanangkan sebuah konsep baru yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi desa di seluruh Indonesia, yakni desa tematik.

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga mendukung tercapainya swasembada pangan serta kelancaran program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas dalam lima tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Perayaan Hari Jadi Ke-17 Gerakan Membangun Desa (Gema Desa) di Stadion Manahan Solo pada Sabtu, 1 Februari 2025, Wakil Menteri Desa PDT, Ahmad Riza Patria, menyampaikan pentingnya pengembangan desa tematik sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah.

Menurutnya, desa tematik adalah desa yang fokus pada potensi unggulan yang ada di desa tersebut, apakah itu dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan, atau kerajinan tangan.

“Mulai hari ini dan ke depannya, kita semua di desa harus memahami, mengerti, dan mematuhi semua potensi desa kita untuk dapat dikembangkan dan dimajukan,” ujar Riza dalam sambutannya.

Ia berharap melalui desa tematik, potensi lokal dapat dipasarkan lebih luas, bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga ke luar daerah hingga negara lain.

Konsep desa tematik ini akan melibatkan berbagai sektor untuk mendukung ketahanan pangan, salah satunya melalui program MBG yang menjadi prioritas pemerintah.

Dengan begitu, desa-desa yang mengembangkan potensi unggulan seperti desa penghasil melon, semangka, atau kerajinan tangan diharapkan bisa menghasilkan keuntungan ekonomi yang lebih besar.

Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo yang menginginkan seluruh kebutuhan pokok, termasuk untuk program makan bergizi gratis, dapat dipasok langsung dari desa.

Program desa tematik, menurut Wamendes, adalah bagian dari 12 program prioritas pertumbuhan dan pembangunan desa (PPPDP), yang juga mencakup revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), swasembada pangan, kolaborasi lintas kementerian, serta pengembangan infrastruktur desa.

Riza optimistis bahwa desa-desa yang berkembang melalui desa tematik ini akan mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat perekonomian nasional.

“Dengan kolaborasi dan pendekatan yang sistematis, desa menjadi pondasi penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Ia juga menekankan dengan memanfaatkan dana desa secara bijaksana, terutama dalam mendukung sektor ketahanan pangan, program-program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat desa.

Ke depannya, pemerintah berharap desa-desa yang fokus pada pengembangan sektor unggulan bisa mencapai peningkatan ekonomi yang signifikan, bahkan mencapai 4 hingga 7 kali lipat dari kondisi sebelumnya.

Alokasi minimal 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan, yang diatur dalam Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kepmendes PDT) Nomor 3 Tahun 2025, akan menjadi landasan penting bagi pengembangan sektor-sektor unggulan di desa.

Selain itu, acara Silatnas yang dihadiri oleh ribuan mantan kepala desa dan perangkat desa ini juga menjadi ajang untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di masyarakat desa.

Ketua Gema Desa, Sobari, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar acara ini dapat memupuk semangat kebersamaan, serta memberikan dorongan bagi UMKM desa untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih besar.

Dengan adanya program desa tematik ini, Kemendes PDT berharap seluruh desa dapat mengembangkan potensi terbaiknya, mendukung swasembada pangan, dan memperkuat ekonomi lokal.

Desa-desa yang berkembang menjadi subjek dalam pembangunan nasional akan menciptakan sebuah Indonesia yang lebih sejahtera, gemah ripah loh jinawi, sesuai dengan cita-cita besar pemerintah.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X