Jumat, 12 Juni 2026

Soal Tuduhan OCCRP: Ketum Solmet Sebut Ada Framing Negatif Terhadap Jokowi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 3 Januari 2025 | 22:25 WIB
Soal Tuduhan Tuduhan OCCRP: Ketum Solmet Sebut Ada Framing Negatif Terhadap Jokowi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Soal Tuduhan Tuduhan OCCRP: Ketum Solmet Sebut Ada Framing Negatif Terhadap Jokowi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Soal tuduhan OOCRP, Ketum Solmet sebut ada framing negatif terhadap Jokowi.

Ketua Umum Relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet), Silfester Matutina, bertemu dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, Jumat 3 Januari 2025.

Pertemuan tertutup selama 1,5 jam itu membahas berbagai isu strategis, termasuk tuduhan yang dilontarkan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Silfester menyampaikan kepada awak media bahwa ia melaporkan kepada Jokowi mengenai tuduhan framing negatif yang dilakukan OCCRP. Menurutnya, Jokowi tetap tenang menghadapi isu tersebut.

“Saya melaporkan kepada Pak Jokowi bahwa ada pihak-pihak yang mencoba menghancurkan bangsa ini dengan mengadu domba, seperti tuduhan yang disebarkan OCCRP,” kata Silfester usai pertemuan.

OCCRP dan Tuduhan Korupsi

Silfester menjelaskan OCCRP merupakan sebuah LSM internasional yang, menurutnya, tidak pernah melakukan investigasi langsung di Indonesia.

Ia menyebut tuduhan yang dibuat OCCRP hanya berdasarkan data dari survei Google Form, bukan dari proses investigasi yang mendalam.

“Yang panik dengan tuduhan itu adalah orang yang sudah menjadi tersangka korupsi. Ada upaya mengaburkan fakta-fakta hukum,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan dugaan bahwa kekuatan politik tertentu berada di balik framing negatif ini. Menurutnya, Partai Dinasti Pendirian Perjuangan diduga terlibat dalam upaya tersebut.

“Sumber yang saya dapat menyebutkan bahwa salah satu kekuatan politik yang bermain adalah Partai Dinasti Pendirian Perjuangan. Sangat lucu jika bangsa ini terus diadu domba dengan cara seperti ini,” tambah Silfester.

Selain membahas tuduhan OCCRP, Silfester juga menyoroti keterlibatan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie. Ia mengklaim bahwa Connie pernah menerima sejumlah dokumen penting milik Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

“Jika memang ada dugaan korupsi keluarga Jokowi, mengapa dokumen itu tidak langsung diserahkan ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri atau Ketua DPR Puan Maharani? Kenapa malah dititipkan ke Connie?” tandas Silfester.

Menurut Silfester, Jokowi menanggapi semua tuduhan dengan santai dan percaya pada proses hukum. Ia juga menegaskan Jokowi tidak terpengaruh upaya framing yang bertujuan untuk merusak reputasinya.

“Pak Jokowi selalu fokus pada pekerjaan untuk bangsa. Tuduhan seperti ini tidak akan mengalihkan perhatian beliau dari tugas-tugas penting sebagai presiden,” tutup Silfester. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X