Jumat, 12 Juni 2026

Relawan Bolone Mase: Kemenangan Luthfi-Gus Yasin Hasil Dukungan Masyarakat Jateng, Bukan Pengerahan Aparat!

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 29 November 2024 | 10:16 WIB
Ketua Umum Relawan Bolone Mase, Kuat Hermawan Santoso. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Ketua Umum Relawan Bolone Mase, Kuat Hermawan Santoso. (KlikSoloNews/Adhirajasa)















SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Ketua Umum Relawan Bolone Mase, Kuat Hermawan Santoso, membantah keras tudingan adanya pengerahan aparat untuk memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, dalam Pilgub Jateng.

Kuat menegaskan, kemenangan sementara pasangan Luthfi-Gus Yasin dalam hitung cepat (quick count) adalah hasil dari dukungan penuh masyarakat Jawa Tengah.

Menurut Kuat, hasil sementara tersebut mencerminkan kerja kolektif antara partai politik, relawan, serta tokoh masyarakat dan agama yang telah bekerja keras untuk memenangkan pasangan ini.

Ia menekankan kemenangan ini bukan hasil dari tindakan luar biasa atau intervensi dari pihak tertentu, melainkan bukti nyata dari keinginan masyarakat Jateng untuk perubahan dan kemajuan.

“Kemenangan Ahmad Luthfi-Gus Yasin adalah kemenangan masyarakat Jawa Tengah. Ini adalah bukti bahwa masyarakat se-Jawa Tengah, bersama partai-partai politik, relawan, serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat, mendukung pasangan ini,” ungkap Kuat, Kamis 28 November 2024, malam,

Menghindari Tudingan Tanpa Bukti

Terkait dengan tuduhan mengenai campur tangan pihak tertentu atau cawe-cawe dalam Pilgub Jateng, Kuat meminta agar semua pihak tetap rasional dan menghargai proses demokrasi. Ia menilai bahwa dalam situasi kekalahan, seringkali orang cenderung mencari kambing hitam tanpa bukti yang jelas, padahal dalam politik, hal tersebut sangat tidak produktif.

“Menuduh tanpa bukti hanya akan merusak proses demokrasi. Mari kita tunggu sampai perhitungan suara selesai. Menyalahkan pihak lain hanya berdasarkan hasil quick count yang sementara adalah hal yang tidak bijaksana,” tegasnya.

Kuat juga mengingatkan bahwa hasil quick count yang menunjukkan pasangan Luthfi-Gus Yasin unggul dengan 58% suara dibandingkan pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi belum bisa dijadikan acuan pasti.

Hasil tersebut, kata Kuat, hanyalah gambaran sementara dan perhitungan final baru akan diketahui setelah KPU mengumumkan hasil resmi.

Selain itu, Kuat mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh hasil quick count yang bersifat sementara. Ia menegaskan pentingnya menjaga suasana damai dan menghormati proses demokrasi.

“Kalah menang dalam Pilkada adalah hal biasa. Yang terpenting adalah kita bisa menjaga proses demokrasi dengan baik. Jangan sampai hasil sementara menimbulkan kekerasan atau provokasi yang hanya akan membuat masyarakat gelisah,” ujar Kuat.

Ia juga menambahkan bahwa Pilkada adalah kesempatan untuk memperkuat persatuan dan bukan untuk memecah belah masyarakat. Menurutnya, setiap perbedaan pendapat dalam politik harus dijadikan peluang untuk saling menghormati dan bekerja sama demi masa depan bersama.

“Kita semua harus menjaga iklim demokrasi yang sehat. Pilkada harus memperkuat persatuan, bukan menciptakan perpecahan. Mari kita sabar menunggu hasil resmi dari KPU dan menghormati apapun keputusan yang diambil,” pungkas Kuat.

Pernyataan Kuat Hermawan Santoso ini menjadi seruan agar semua pihak dapat menahan diri dan menjaga kondusivitas, agar Pilgub Jateng dapat berakhir dengan damai, adil, dan mengutamakan keharmonisan sosial. (ks01)













Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X