Jumat, 12 Juni 2026

Dampak Judi Online Menghancurkan Keluarga: Kisah Para Ibu yang Kehilangan Kehidupan Stabil

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 15 November 2024 | 08:41 WIB
Dampak Judi Online Menghancurkan Keluarga: Kisah Para Ibu yang Kehilangan Kehidupan Stabil. (KlikSoloNews/dok)
Dampak Judi Online Menghancurkan Keluarga: Kisah Para Ibu yang Kehilangan Kehidupan Stabil. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Praktik judi online terus menyebar di berbagai lapisan masyarakat tanpa pandang bulu.

Di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intiland Teduh Semper Barat, Jakarta Utara, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendengar langsung kisah pilu dari beberapa ibu rumah tangga yang keluarganya hancur akibat jerat judi online.

Nao (41), seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Semper Barat, mengisahkan bagaimana suaminya kehilangan pekerjaan karena judi online. Awalnya memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan yang memadai, kini keluarganya hidup tanpa penghasilan pasti.

"Sekarang dia kerja putus, dikeluarin! Tadinya kerja enak, punya gaji, sekarang enggak punya," ujar Nao, dikutip dari laman resmi Komdigi.

Pengalaman serupa dialami oleh Ibu NP (44). Suaminya tidak hanya kecanduan judi online, tetapi juga terjerat pinjaman online (pinjol) yang meminjam menggunakan data NP.

Suaminya sempat merasakan kemenangan awal, yang diduga menjadi cara untuk menarik pemain baru agar semakin kecanduan dan tergiur mempertaruhkan lebih banyak uang.

"Awalnya emang kayaknya dia dikasih menang, dia kayaknya kegiur tuh... ujung-ujungnya pinjol pakai data saya," jelas NP.

Sementara itu, Ibu I (25) mengisahkan bagaimana keluarga kecilnya berubah drastis. Keuangan yang hancur berantakan dan perhatian terhadap anak yang menurun menambah beban bagi keluarga kecil ini.

"Dari masalah keuangan sampai ke anak saya kurang kasih sayang," ungkapnya dengan sedih.

Setelah mendengar langsung kisah para korban, Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberantas judi online.

Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja keras memblokir akses ke situs dan aplikasi judi online serta menyelenggarakan pelatihan literasi digital bagi masyarakat.

Menkomdigi menyadari bahwa dampak judi online bukan sekadar statistik semata, melainkan cerita manusia yang mengalami kerusakan secara langsung.

"Itu bukan angka-angka saja! Itu manusia yang kemudian mengalami," tandas Meutya Hafid.

Meutya Hafid juga mengajak media dan masyarakat untuk mengangkat kisah-kisah nyata yang dialami para korban. Ia berharap dengan mendengar langsung dampak yang dialami, masyarakat dapat lebih waspada dan menjaga keluarga dari jerat judi online.

Melalui kisah para ibu yang berani berbagi, Menkomdigi berharap banyak keluarga bisa belajar dari pengalaman mereka tanpa harus mengalaminya sendiri.

"Ibu ini menjadi sukarelawan bagi kita semua untuk mendengar ceritanya... dengerin cerita dari ibu itu yang jadi pegangan kita untuk jaga keluarga kita," ujar Menkomdigi.

Judi online bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi menjadi ancaman bagi keharmonisan keluarga dan masa depan generasi berikutnya.

Pemerintah, masyarakat, dan media perlu bekerja sama mengatasi masalah ini demi melindungi keluarga dari dampak buruk yang lebih besar. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X