BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM - Aksi protes buang susu sapi di Kabupaten Boyolali menjadi perhatian publik. Dinas peternakan menjanjikan solusi dari persoalan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Ignasius Haryanta Nugraha, memberikan penjelasan mengenai aksi peternak susu perah di Kabupaten Boyolali yang terpaksa membuang susu hasil panen mereka.
Ia menjelaskan pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali sudah melaporkan masalah ini kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencari solusi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali agar masalah ini segera teratasi dan peternak susu sapi di Boyolali tidak mengalami kerugian lebih lanjut,” kata Haryanta pada Minggu 10 November 2024.
Ia juga mengungkapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah mengetahui masalah tersebut dan akan mengadakan rapat koordinasi pada Senin 11 November 2024 bersama asosiasi industri pengolahan susu dan dinas terkait.
Rapat ini bertujuan untuk mencari tahu mengapa industri pengolahan susu (IPS) tidak membeli susu perah dari peternak Boyolali, salah satunya terkait pembatasan kuota pasokan dari pengepul susu di Jawa Tengah dan provinsi lainnya.
Terkait isu impor susu, Haryanta menjelaskan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendukung program minum susu gratis dengan cara mengimpor sapi perah, bukan susu.
Presiden menargetkan impor satu juta ekor sapi perah dalam lima tahun untuk menciptakan swasembada susu di Indonesia, yang saat ini hanya mampu memenuhi 20 persen dari kebutuhan susu nasional, sementara 80 persen sisanya masih bergantung pada impor.
-
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Lusia Dyah Suciati, mengungkapkan pada pekan depan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan BUMN bidang pangan dan pengepul susu di Boyolali untuk mencari solusi terkait pembelian susu oleh industri pengolahan susu.
“Kami akan berusaha mencarikan solusi agar susu hasil panen peternak bisa terserap dengan baik. Kami berharap pihak BUMN bidang pangan bisa membantu membeli susu tersebut,” ungkap Lusia.
Masalah ini menjadi perhatian penting karena Boyolali merupakan salah satu penghasil susu perah terbesar di Jawa Tengah, dan pembuangan susu akan berdampak signifikan bagi peternak yang mengandalkan hasil susu untuk mata pencaharian mereka.
Diberitakan sebelumnya, ratusan peternak sapi perah, peloper, hingga pengepul susu sapi di Kabupaten Boyolali, menggelar aksi protes dengan membuang susu di Tugu Patung Susu Tumpah, Sabtu 9 November 2024.
Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kebijakan industri pengolahan susu (IPS) yang membatasi penyerapan susu mentah dari peternak, yang menyebabkan banyak susu tidak bisa diproses pabrik.
Koordinator Aksi, Sriyono Bonggol, menjelaskan dalam aksi solidaritas ini, total ada 50 ribu liter susu yang dibuang. Selain dibuang di lokasi tersebut, susu juga dibagikan gratis kepada warga pengguna jalan. Jika dihitung, susu yang dibuang tersebut bernilai sekitar Rp400 juta. (KS01)