Jumat, 12 Juni 2026

Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Malang Ajak SMA Negeri Kabupaten Semarang Deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Selasa, 11 Juli 2023 | 21:12 WIB
Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Malang Ajak SMA Negeri Kabupaten Semarang Deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik. (dok)
Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Malang Ajak SMA Negeri Kabupaten Semarang Deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik. (dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Mahasiswa doktoral Universitas Negeri Malang mengajak siswa-siswi SMA Negeri Kabupaten Semarang deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik.

Risya Pramana Situmorang, seorang mahasiswa doktoral dari Universitas Malang (UM) memiliki cara inisiatif dan inovatif dalam upaya mengatasi krisis lingkungan.

Bertujuan meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan nyata dalam mengurangi sampah plastik serta mengantisipasi masalah mikroplastik, mahasiswa doktoral tersebut telah mengajak siswa-siswa SMA Kabupaten Semarang untuk mendeklarasikan Gerakan Bebas Sampah Plastik dan Antisipasi Mikroplastik.

“Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan perubahan yang signifikan dalam perilaku siswa dan masyarakat terkait penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi salah satu penyebab utama masalah sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan,” kata Risya Pramana dalam keterangan resminya.

Risya yang memiliki latar belakang dalam bidang Pendidikan Biologi tersebut, telah merancang strategi pendidikan yang holistik dan berkelanjutan untuk melibatkan siswa-siswa SMA Negeri Kabupaten Semarang dalam gerakan ini.

Dia menjelaskan, deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik dan Antisipasi Mikroplastik menjadi komitmen bersama siswa-siswa SMA Negeri Kabupaten Semarang untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, sebagai upaya menciptakan pengalaman belajar yang holistik, Risya Pramana Situmorang, telah mengembangkan model pembelajaran Digital Game-based 5E.

Digital Game-based 5E ini model pembelajaran yang mengombinasikan kegiatan permainan secara digital, eksperimental, survei lapangan, observasi, dan kolaborasi tim sebagai bagian dari tahap eksplorasi terhadap masalah lingkungan akibat mikroplastik.

Proses pengembangan model pembelajaran Digital Game-based 5E didukung oleh supervisi dari sejumlah ahli dari Universitas Malang (UM).

Dalam peluncuran gerakan yang diselenggarakan pada 16 Juni 2023, Risya menyatakan, komitmen untuk menginspirasi dan memberdayakan generasi muda dalam menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks, terutama terkait masalah sampah plastik dan mikroplastik.

“Melalui Gerakan Bebas Sampah Plastik dan Antisipasi Mikroplastik, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari yang dimulai dari diri sendiri,” tuturnya.

Aksi Risya Pramana tersebut mendapatkan respons positif dari pimpinan SMA Negeri Kabupaten Semarang.

Salah satunya dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang, Tri Yuniarti Retno, yang sangat mendukung inisiatif gerakan bebas sampah plastik dan antisipasi mikroplastik.

“Kami dari SMA Negeri Kabupaten Semarang akan aktif berpartisipasi dalam gerakan ini dan berkomitmen untuk mengadopsi langkah-langkah nyata dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mengantisipasi masalah mikroplastik di sekolah,” tutur Tri Yuniarti.

-
Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Malang Ajak SMA Negeri Kabupaten Semarang Deklarasi Gerakan Bebas Sampah Plastik. (dok)

Sebagai seorang pendidik, lanjut Tri Yuniarti, peduli dengan lingkungan dan pembentukan karakter siswa, menyadari pentingnya mengintegrasikan isu lingkungan dalam kurikulum pendidikan.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa melalui Gerakan Bebas Sampah Plastik dan Antisipasi Mikroplastik, siswa-siswa SMA Negeri di Kabupaten Semarang akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dampak negatif sampah plastik dan pentingnya mengambil tindakan nyata untuk mengatasinya.

Selain itu, Tri Yuniarti Retno juga melihat potensi positif dari penggunaan model pembelajaran Digital Game-based 5E dalam pendekatan pembelajaran tentang isu mikroplastik.

Ia mengapresiasi inovasi tersebut dan menyatakan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat memotivasi dan mengaktifkan partisipasi siswa dalam mempelajari isu lingkungan yang penting ini.

“Saya berharap dengan melibatkan siswa dalam Gerakan Bebas Sampah Plastik dan Antisipasi Mikroplastik, mereka akan menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga lingkungan dan menginspirasi orang lain untuk mengambil tindakan serupa,” pungkas Tri Yuniarti.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X