SOLO, KLIKSOLONEWS.COM -- PT Syahdana Property Nusantara (SPN) mengejutkan publik Kota Solo, khususnya pecinta Persis Solo.
Perusahaan milik politikus Sigid Haryo Wibisono (SHW) tersebut akan dijual sebesar 20 persen.
Surat resmi penawaran saham dari PT Syahdana Property Nusantara (SPN) dikirimkan ke pemilik saham pada Sabtu (13/2/2021). Surat bernomor 23/SU/SPN/II/2021 tersebut menuliskan perihal Penawaran Saham PT SPN yang ditandatangani Direktur Utama PT SPN Dedi M Lawe yang dibuat di Jakarta pada 1 Februari 2021.
Dalam surat tersebut disebutkan PT SPN selaku pemilik 1.000 lembar saham atau 20 persen dari saham PT Persis Solo Saestu menyampaikan empat poin utama.
Intinya, bersama dengan surat tersebut PT SPN akan melepas 20 persen dari keseluruhan saham PT PSS. Surat penawaran tersebut berlaku selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal surat ini dibuat dan jika tidak ada tanggapan tertulis dengan mencantumkan nilai penawaran dari PT SPN, makan sesuai ketentuan Pasal 58 ayat (1) UU PT, PT SPN akan menjual sahamnya kepada pihak ketiga.
Lalu, penjualan saham tersebut SHW dalam kondisi bangkrut sehingga baru melepasnya tahun 2021? Atau adakah sisi strategi politik dalam sepak bola dari seorang SHW?
Perlu diketahui, SHW mengambilalih mayoritas kepemilikan saham Persis Solo sebesar 90 persen pada musim 2017. Di bawah kendalinya, Laskar Samberyawa menjelma menjadi tim mapan dan tidak pernah terlambat dalam penggajian pemain, yang kala itu menjadi masalah fundamental klub Liga 2.
Dengan melepas 20 persen saham tersebut, tentu saja PT SPN akan mengalihkan asetnya ke bidang lainnya. Selama dua musim memegang mayoritas saham, klub ini tidak mengalami profit signifikan.
Setiap musim, SHW merogoh koceknya sekitar Rp7 miliar hingga Rp10 miliar untuk operasional klub yang mapan. Di bawah kendalinya, Persis Solo juga bertransformasi menjadi klub profesional.
Namun, kejayaan SHW hanya dua musim. Sebesar 70 persen sahamnya dijual ke pemilik baru, Vijaya Fitriasa yang menjual “mimpi-mimpinya” mengubah Persis menjadi Barcelona atau klub disegani di Indonesia.
Penawaran mimpi itu membuai para suporter untuk memilih Vijaya Ftriasa, padahal kala itu pengusaha kaliber seperti Erick Thohir tengah menginginkan pengelolaan Laskar Sambernyawa secara profesional.
Nasi sudah menjadi bubur. Vijaya pun hanya sebatas janji-janji manis. Ternyata di balik keinginan menguasai Persis dikarenakan pencalonannya menuju kursi PSSI-1 alias ketua umum PSSI.
Usaha itu pun sia-sia. Vijaya gagal menjadi ketua umum PSSI. Persis pun ditinggal hingga kini. Bahkan, pada musim lalu persoalan tunggakan gaji menghiasi skuad Laskar Samberyawa.
Dan itu menjadi hal yang tabu saat klub ini dipegang SHW, di mana tak pernah sekalipun gaji pemain terlambat dalam pembayaran. Seperti apalagi jejak Persis Solo selanjutnya?
Semoga 20 persen saham dari PT SPN bisa dimiliki orang yang benar. Artinya, benar-benar cinta sepak bola, benar-benar ingin mengubah Persis menjadi klub yang disegani sepak bola Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: KS1
Terkini
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:29 WIB
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:52 WIB
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:55 WIB
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:37 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 20:03 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 19:32 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 18:35 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 14:50 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 14:35 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 13:56 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 09:31 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 08:57 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 01:48 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 01:36 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 19:29 WIB
Sabtu, 6 Juni 2026 | 15:00 WIB
Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:00 WIB
Sabtu, 6 Juni 2026 | 13:00 WIB
Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:00 WIB
Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:30 WIB