Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di Monumen Pers Nasional, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (22/7/2020), para jurnalis online, elektronik, dan cetak tak ingin terlibat dalam politik praktis.
Koordinator kegiatan, Sri Hartanto mengemukakan, diperkirakan menjelang Pilkada, isu politisasi sara dan hoaks akan meningkat.
Hal itu akan meresahkan masyarakat dan mengganggu keharmonisan dan membuat polarisasi di masyarakat.
Berkaitan dengan itu, ini empat poin dalam pernyataan sikap:
- Mengecam dan menolak segala bentuk ujaran kebencian, politisasi isu-isu sara, penyebaran hoaks dan berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah-belah bangsa.
- Mengimbau masyarakat tetap selalu menjaga kerukunan, serta tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah akibat informasi hoaks, ujaran kebencian dan isu
- Mendesak aparat kepolisian mengusut dan menindak pembuat dan penyebar informasi hoaks, baik dari perorangan dan kelompok yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
- Mengajak masyarakat tidak mudah membagi informasi hoaks yang belum jelas kebenarannya. (KS01-01)