SOLO, KLIKSOLONEWS - Hari ini, Rabu, 5 Maret 2025, umat Katolik di seluruh dunia memperingati Rabu Abu, yang menandai awal Masa Prapaskah. Perayaan ini menjadi momen refleksi spiritual, pertobatan, dan persiapan menjelang Paskah.
Salah satu tradisi utama dalam peringatan ini adalah penerimaan abu di dahi dalam bentuk tanda salib, yang menjadi simbol kefanaan manusia dan ajakan untuk kembali kepada Tuhan.
Abu yang digunakan berasal dari pembakaran daun palma yang diberkati pada Minggu Palma tahun sebelumnya, melambangkan siklus spiritual pertobatan dan pembaruan.
Selain menerima abu, umat Katolik juga memulai masa pantang dan puasa. Pada Rabu Abu dan Jumat Agung, umat yang memenuhi syarat diwajibkan untuk berpuasa, sementara pantang dianjurkan setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah.
Tindakan ini merupakan bentuk penyangkalan diri yang bertujuan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Di Indonesia, berbagai gereja telah mengadakan Misa Rabu Abu dengan jadwal yang telah disesuaikan. Di Jakarta, Gereja Katedral menggelar Misa secara offline dan online guna memberikan kesempatan kepada lebih banyak umat untuk mengikuti ibadah.
Di Surabaya, Gereja Katedral Surabaya serta Gereja Santo Yakobus menyelenggarakan Misa pada pukul 05.30, 17.00, dan 19.30 WIB. Sementara itu, umat Katolik di Yogyakarta dapat mengikuti Misa Rabu Abu di berbagai gereja setempat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan masing-masing paroki.
Di Kota Solo, beberapa paroki telah merilis jadwal Misa Rabu Abu bagi umat. Paroki Santo Antonius Padua (Purbayan) mengadakan Misa pada pukul 05.30 dan 18.00 WIB.
Beberapa paroki lain, seperti Paroki Santo Petrus Purwosari, menyelenggarakan misa Rabu Abu pada pukul 05.30, 12.00 dan 17.00 WIB. Sedangkan Paroki Santo Paulus Kleco pukul 05.30, 12.00 dan 18.00 WIB.
Masa Prapaskah yang dimulai dengan Rabu Abu merupakan waktu bagi umat Katolik untuk merenungkan makna hidup, melakukan pertobatan, dan memperdalam iman melalui doa, puasa, serta amal kasih.
Dengan menjalani masa ini dengan penuh kesadaran spiritual, umat diharapkan dapat semakin dekat dengan Tuhan dan mempersiapkan diri untuk merayakan kebangkitan Kristus pada Hari Paskah. (KS06)