Jumat, 12 Juni 2026

YouTube Kini Otomatis Beri Label Video AI, Pengguna Lebih Mudah Bedakan Konten Asli

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 4 Juni 2026 | 13:00 WIB
YouTube Kini Otomatis Beri Label Video AI, Pengguna Lebih Mudah Bedakan Konten Asli. (KlikSoloNews/dok)
YouTube Kini Otomatis Beri Label Video AI, Pengguna Lebih Mudah Bedakan Konten Asli. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan gambar dan video membuat batas antara konten asli dan hasil rekayasa digital semakin sulit dikenali.

Menjawab tantangan tersebut, YouTube menghadirkan sistem baru yang secara otomatis memberikan label pada video yang dibuat menggunakan teknologi AI.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan transparansi dan membantu pengguna memahami asal-usul konten yang mereka konsumsi di platform video terbesar di dunia tersebut.

Dalam pengumuman terbarunya, YouTube menyatakan akan menambahkan label AI secara otomatis pada video yang terdeteksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan, terutama jika kreator tidak mencantumkan informasi tersebut secara sukarela.

Sistem internal YouTube kini mampu mendeteksi penggunaan AI fotorealistis yang dianggap signifikan dalam proses pembuatan atau modifikasi video.

Jika teridentifikasi, platform akan menambahkan tanda khusus pada video tersebut agar pengguna mengetahui konten melibatkan teknologi AI.

Kebijakan ini tidak mengubah aturan yang sudah berlaku sebelumnya, yakni kewajiban kreator untuk mengungkapkan penggunaan AI dalam konten mereka. Namun, YouTube kini mengambil langkah yang lebih aktif untuk memastikan aturan tersebut diterapkan secara konsisten.

Kebijakan baru ini muncul di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI generatif yang mampu menghasilkan konten visual dengan tingkat realisme tinggi.

Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Gemini Omni, model AI multimodal terbaru yang mampu menghasilkan video berkualitas tinggi dengan pemahaman terhadap berbagai aspek seperti fisika, budaya, sejarah, hingga ilmu pengetahuan.

Kemajuan teknologi tersebut membuat platform digital menghadapi tantangan baru dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap informasi yang beredar secara online.

Sejak Mei 2026, YouTube mulai mengandalkan sinyal internal baru untuk mengidentifikasi video yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI.

Meskipun kreator tetap diwajibkan memberikan disclosure atau pengungkapan penggunaan AI, sistem platform akan secara otomatis menambahkan label jika informasi tersebut tidak dicantumkan.

Dengan cara ini, YouTube berharap dapat meminimalkan risiko penyebaran konten AI yang tidak diberi keterangan dan berpotensi menyesatkan penonton.

Kreator Bisa Ajukan Koreksi

YouTube juga memberikan ruang bagi kreator yang merasa videonya salah diberi label AI.

Melalui fitur yang tersedia di YouTube Studio, kreator dapat memperbarui status disclosure dan mengajukan koreksi apabila video tersebut sebenarnya tidak dibuat menggunakan teknologi AI.

Namun terdapat pengecualian tertentu. Jika YouTube mendeteksi bahwa video dibuat menggunakan layanan AI milik Google seperti Veo atau Dream Screen, atau memiliki watermark standar industri C2PA, maka label AI akan tetap ditampilkan secara permanen.

Selain memperkuat sistem deteksi, YouTube juga mengubah posisi tampilan label AI agar lebih mudah ditemukan pengguna.

Sebelumnya, informasi mengenai penggunaan AI hanya tersedia di bagian deskripsi video yang harus dibuka secara manual oleh penonton.

Kini, untuk video berdurasi panjang, label AI akan muncul tepat di bawah pemutar video dan di atas informasi kanal. Sementara pada konten Shorts, label akan ditampilkan di bagian kiri bawah layar sehingga lebih mudah terlihat saat pengguna menonton video.

Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna mengenai keberadaan konten yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Langkah YouTube menandai video AI secara otomatis menjadi bagian dari tren global yang semakin menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan teknologi generatif.

Dengan kemampuan AI yang kini mampu menciptakan gambar, suara, hingga video yang sangat menyerupai kenyataan, platform digital dituntut menghadirkan mekanisme yang dapat membantu pengguna membedakan antara konten autentik dan hasil rekayasa mesin.

Melalui sistem label AI yang lebih jelas dan mudah terlihat, YouTube berharap dapat menjaga kepercayaan pengguna sekaligus menciptakan ekosistem digital yang lebih transparan di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X