Minggu, 14 Juni 2026

Mendagri Tito Karnavian Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Segera Lakukan Pengendalian

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 3 September 2025 | 13:00 WIB
Mendagri Tito Karnavian Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Segera Lakukan Pengendalian. (KlikSoloNews/dok)
Mendagri Tito Karnavian Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Segera Lakukan Pengendalian. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyoroti daerah yang masih mencatatkan angka inflasi di atas 3,5 persen.

Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menekan inflasi agar tetap sesuai target nasional.

Hal itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, yang digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi year on year (Agustus 2025) tercatat sebesar 2,31 persen. Sementara itu, inflasi bulan ke bulan (Agustus 2025 dibanding Juli 2025) justru mengalami deflasi sebesar 0,08 persen.

Menurut Mendagri, kondisi ini menunjukkan inflasi nasional relatif terkendali, sesuai dengan target pemerintah yakni berada di rentang 1,5 hingga 3,5 persen.

“Konsumen senang, harga terjangkau dan barang tersedia. Produsen, termasuk petani dan nelayan, juga senang karena harga dapat menutupi biaya operasional,” ungkap Tito dilansir laman resmi Kemendagri.

Evaluasi Daerah dengan Inflasi Tinggi

Meski demikian, Mendagri menegaskan daerah yang inflasinya masih tinggi wajib segera menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi penyebabnya.

“Apakah suplai barang yang kurang atau distribusinya yang macet, cuma dua faktor itu saja,” tegasnya.

Pemerintah pusat bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog juga siap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga di daerah.

Mendagri menyoroti beberapa komoditas pangan yang kerap menjadi penyumbang inflasi, antara lain beras dan bawang merah.

Untuk itu, pemerintah terus memperkuat intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), terutama untuk komoditas beras, agar harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X