BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, secara resmi membuka Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kategori Pelajar se-Subosukawonosraten Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Gede Kabupaten Boyolali, Kamis (18/6/2026).
Ajang tahunan ini melibatkan tujuh kabupaten/kota di wilayah Subosukawonosraten, yakni Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran sebagai tuan rumah setiap tahunnya.
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menjadi penyelenggara utama kegiatan tersebut.
Baca Juga: Gaikindo: Pasar Otomotif Indonesia Januari hingga Mei 2026 Tumbuh 12,8 Persen, LCGC Justru Terpuruk
Kepala Bapperida Kabupaten Boyolali, Khusnul Hadi, menyampaikan lomba ini diikuti oleh 14 peserta terbaik dari tujuh kabupaten/kota. Para peserta menampilkan berbagai inovasi unggulan yang dipamerkan langsung di lokasi kegiatan.
“Harapan kami dari para juara Krenova ini ada keberlanjutan sehingga bisa dikembangkan dan bermanfaat untuk masyarakat. Tahun ini banyak inovasi di bidang energi terbarukan, sangat bagus untuk masa depan,” ujarnya.
Wakil Bupati Boyolali yang akrab disapa Fajar tersebut menegaskan Lomba Krenova tidak hanya berfokus pada pencarian juara, tetapi juga bertujuan membentuk generasi muda yang inovatif, kolaboratif, dan mampu berpikir kritis.
Ia juga berharap agar inovasi yang dilombakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong lahirnya inovator baru di wilayah Soloraya.
“Semoga inovasi yang dilombakan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, mendukung kemajuan daerah, dan menjadi inspirasi lahirnya inovator-inovator baru di Soloraya,” kata Wabup Fajar.
Dalam kesempatan tersebut, turut diumumkan para pemenang Lomba Krenova Boyolali 2026 dari berbagai kategori.
Pada kategori pelajar, Juara I diraih SMAN 1 Banyudono dengan inovasi BioFresh Stone, yaitu batu penyerap bau toilet berbasis biochar sekam padi dan bonggol jagung dengan aktivator eco-enzyme.
Juara II diraih SMAN 1 Boyolali dengan inovasi ADINDA (Avian Disease & Integrated Distribution Analytics), sedangkan Juara III diraih SMAN 1 Cepogo dengan inovasi SI BROCLAR, yaitu kaldu tulang ikan lele sebagai upaya pemanfaatan limbah.