Sabtu, 13 Juni 2026

Antisipasi Kekerasan di Lingkungan Asrama, KPAI Susun Modul Perlindungan Anak untuk Sekolah Rakyat

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 11 Juli 2025 | 12:05 WIB
Antisipasi Kekerasan di Lingkungan Asrama, KPAI Susun Modul Perlindungan Anak untuk Sekolah Rakyat. (KlikSoloNews/dok)
Antisipasi Kekerasan di Lingkungan Asrama, KPAI Susun Modul Perlindungan Anak untuk Sekolah Rakyat. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tengah menyusun modul pengasuhan dan perlindungan anak untuk diterapkan dalam kurikulum Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah, menjelaskan pihaknya mendampingi langsung penyusunan kurikulum Sekolah Rakyat, termasuk menyusun pedoman pengasuhan yang aman dan ramah anak.

“Penyusunan kurikulum Sekolah Rakyat itu kami dampingi. Di antaranya ada basis pengasuhan yang sedang kami matangkan dan itu masuk dalam pedoman,” ujar Ai Maryati, Kamis 10 Juli 2025.

Ai Maryati mengakui bahwa model pendidikan berasrama memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal interaksi intensif antar anak yang bisa memicu konflik atau kekerasan seperti perundungan.

“Anak-anak akan tinggal bersama seperti keluarga. Jadi, diperlukan pembentukan karakter, seperti saling menghormati dan menjaga satu sama lain dalam keseharian,” ujarnya.

KPAI menegaskan modul perlindungan anak ini akan difinalisasi dan diluncurkan bersama Kementerian Sosial pada bulan ini, sebagai langkah preventif agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama dari Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Sekolah ini tersedia untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah meninjau simulasi Sekolah Rakyat Rintisan yang digelar pada 9–10 Juli 2025. Simulasi dilakukan secara penuh selama 24 jam sebagai persiapan menjelang pembukaan resmi.

Tahun ini, sebanyak 100 lokasi rintisan Sekolah Rakyat akan dibuka secara bertahap di seluruh Indonesia. Sebanyak 63 titik akan mulai beroperasi pada 14 Juli, sedangkan 37 titik sisanya menyusul pada akhir bulan.

Ketua KPAI menegaskan pentingnya pendekatan pengasuhan berbasis perlindungan, mengingat sebagian besar siswa berasal dari latar belakang keluarga yang minim akses pendidikan komprehensif.

“Sekolah Rakyat harus menjadi ruang aman yang meminimalkan kekerasan berulang dan membentuk karakter anak sejak dini,” tandas Ai Maryati.

Sekilas tentang Sekolah Rakyat:

  • Gratis untuk jenjang SD–SMA

  • Berbasis asrama, fokus pada anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem

  • Dibuka secara bertahap di 100 lokasi pada 2025

  • Dirancang sebagai model pendidikan terpadu dengan kurikulum akademik dan pembinaan karakter. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X