KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Memasuki Bulan Suro, kawasan Gunung Lawu diperkirakan kembali dipadati pendaki dan peziarah yang datang dari berbagai daerah.
Tradisi tahunan yang identik dengan aktivitas spiritual dan pendakian tersebut membuat pengelola meningkatkan kesiapsiagaan demi menjamin keamanan serta kenyamanan para pengunjung.
Direktur PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, mengatakan dua jalur pendakian resmi menuju puncak Gunung Lawu di wilayah Jawa Tengah, yakni jalur Candi Cetho di Kecamatan Jenawi dan jalur Cemoro Kandang di Kecamatan Tawangmangu, siap melayani masyarakat selama rangkaian kegiatan Bulan Suro.
Menurutnya, pengelola telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan di kawasan pendakian.
“Puluhan personel gabungan akan ditempatkan di berbagai titik strategis mulai dari basecamp hingga pos-pos pengawasan di jalur pendakian,” ujar Samidi, dikutip HarianKota, jejaring KlikSoloNews, Sabtu (6/6/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung, PUD Aneka Usaha Karanganyar menggandeng sejumlah instansi dan komunitas relawan, di antaranya Perum Perhutani KPH Surakarta, BPBD Karanganyar, Anak Gunung Lawu (AGL), LMDH Ceto, serta tim SAR.
Personel gabungan tersebut akan disebar di sejumlah titik rawan dan lokasi strategis guna mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat selama aktivitas pendakian maupun ziarah berlangsung.
Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian tradisi Suro berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Selain fokus pada pengamanan, pengelola mengingatkan para pendaki agar mempersiapkan perlengkapan secara matang. Pasalnya, saat ini kawasan Gunung Lawu mulai memasuki musim kemarau yang ditandai dengan suhu udara yang sangat dingin pada malam hingga dini hari.
Fenomena tersebut dikenal masyarakat sebagai bediding, yakni kondisi ketika suhu di pegunungan turun secara signifikan sehingga dapat memengaruhi kondisi fisik pendaki.
Karena itu, pengunjung diminta membawa perlengkapan pendakian yang memadai seperti jaket tebal, sleeping bag, logistik yang cukup, serta persediaan air minum selama perjalanan.
SIMAKSI Wajib dan Larangan Api Unggun Diperketat
Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan PUD Aneka Usaha Karanganyar, Titin Riyadiningsih, menegaskan seluruh pendaki wajib melakukan registrasi resmi dan mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) sebelum memulai pendakian.
Selain itu, pengunjung juga diwajibkan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk jam operasional pendakian dan batas waktu turun gunung yang telah ditetapkan pengelola.
Larangan menyalakan api unggun maupun membuat perapian sembarangan juga kembali ditegaskan selama musim kemarau. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi akibat kondisi vegetasi yang kering.