SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COM – Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Polres Sukoharjo mendeteksi indikasi adanya zat berbahaya untuk dikonsumsi pada buah anggur jenis Muscat dalam pemeriksaan rutin keamanan pangan. Temuan ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam memastikan setiap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Pemeriksaan dilakukan Kamis (5/11/2025) pagi oleh tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Sukoharjo sebagai bagian dari standar pengawasan keamanan pangan harian. Hasil uji organoleptik dan kimia terhadap menu utama — nasi putih, telur puyuh asam manis, tempe goreng, sayur sop, dan buah kelengkeng — dinyatakan aman dari bahan berbahaya seperti arsenik, formaldehid, maupun nitrit, serta memenuhi standar gizi seimbang dengan total energi 553,3 kkal.
Namun, pada pemeriksaan menu hari berikutnya yang terdiri dari roti, susu, dan buah anggur Muscat, tim menemukan indikasi positif zat berbahaya berdasarkan uji cepat dengan alat Food Safety merk Alder. Menyikapi hal itu, Polres Sukoharjo segera menarik seluruh buah anggur Muscat dari dapur penyajian dan menggantinya dengan buah yang telah teruji aman.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menegaskan langkah cepat tersebut diambil untuk memastikan tidak ada bahan berisiko yang dikonsumsi masyarakat.
“Begitu ditemukan indikasi bahan berbahaya, kami langsung menarik makanan tersebut agar tidak satu pun sampai ke penerima manfaat. Distribusi tetap berjalan dengan menu yang sudah dipastikan aman,” tegas Kapolres.
Untuk memastikan keakuratan hasil, pemeriksaan silang dilakukan bersama BPOM dan Bidlabfor Polda Jateng. Ahli Gizi Dokkes Polres Sukoharjo mengonfirmasi hasil positif dari uji cepat, sementara BPOM menyebut uji tersebut merupakan tahap awal yang harus dikonfirmasi melalui laboratorium terakreditasi. Bidlabfor Polda Jateng kemudian melakukan uji reagen kimia terhadap kulit dan daging buah anggur, dengan hasil negatif terhadap zat berbahaya.
Perbedaan hasil tersebut, dijelaskan BPOM, wajar terjadi karena metode dan sensitivitas alat yang berbeda. Namun seluruh rangkaian proses menunjukkan bahwa Polri bertindak cepat, hati-hati, dan profesional.
Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo juga ikut memantau pemeriksaan tersebut dan memastikan rantai distribusi bahan pangan tetap aman. Sinergi lintas lembaga ini menegaskan keseriusan semua pihak menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis Polri.
Kasatgas Makan Bergizi Gratis Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, menyebut temuan di Sukoharjo membuktikan sistem pengawasan berjalan efektif di lapangan.
“Begitu ada indikasi bahan berbahaya, langsung terdeteksi sebelum makanan sampai ke masyarakat. Ini bukti disiplin dan ketatnya sistem pengawasan kita,” ujar Irjen Pol. Nurworo.
Ia menambahkan, Polri akan terus menelusuri sumber bahan yang terindikasi berbahaya, termasuk kemungkinan adanya residu pestisida dari rantai distribusi.
Program Makan Bergizi Gratis Polri sendiri menjadi bentuk kepedulian institusi Polri dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Melalui pengawasan ilmiah dan pemeriksaan ketat, Polri memastikan setiap makanan yang disalurkan aman, sehat, dan bergizi. (KS1)