Jumat, 12 Juni 2026

Minibus Terguling di Tanjakan Astana Giribangun, Satu Tewas dan Delapan Luka-luka

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 3 Juni 2025 | 08:45 WIB
Minibus Terguling di Tanjakan Astana Giribangun, Satu Tewas dan Delapan Luka-luka. (KlikSoloNews/dok)
Minibus Terguling di Tanjakan Astana Giribangun, Satu Tewas dan Delapan Luka-luka. (KlikSoloNews/dok)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM Kecelakaan tunggal menimpa sebuah mini bus berplat AD 7266 AF di kawasan Parkiran C Astana Giribangun, Dusun Dengkeng, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Senin 2 Juni 2025, malam.


Minibusyang dikemudikan Podo (65), warga Seberan, Desa Girilayu, terguling saat tidak kuat menanjak.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, minibus tersebut dalam perjalanan pulang usai mengantar rombongan warga Dusun Bati, Desa Girilayu, menjenguk warga yang sakit di Puskesmas Karanganyar.


Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, saat melintasi tanjakan di kawasan parkiran Astana Giribangun, kendaraan tersebut kehilangan tenaga, mesin mati, dan akhirnya terguling ke belakang.


Ketua RW 12 Dusun Bati, Sumarno, membenarkan insiden tersebut. Meski tidak berada di lokasi kejadian, ia menyampaikan bahwa rombongan memang baru saja pulang dari Puskesmas.


“Kejadiannya saya tidak tahu pasti. Tapi bus itu memang biasa dipakai warga untuk keperluan tilik orang sakit atau kondangan. Saat perjalanan pulang, katanya tidak kuat nanjak dan ngglondor,” ujar Sumarno.


Bus tersebut mengangkut 27 penumpang. Akibat kecelakaan, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka. Tiga korban mengalami patah tangan, satu orang patah kaki dan tangan karena terjepit, serta tiga lainnya mengalami sesak di bagian dada.


Bupati Karanganyar, Rober Christanto, langsung menjenguk para korban di RSUD Karanganyar. Ia menyatakan bahwa proses evakuasi dan penanganan korban berjalan cepat dan baik berkat kolaborasi antara relawan dan satuan kerja terkait.


“Kita sudah berkoordinasi dengan RSUD dan Puskesmas. Alhamdulillah, relawan tanggap dan semua korban sudah tertangani,” ujar Rober kepada wartawan.


Ia juga memastikan bahwa seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung pemerintah. "Yang penting korban tertangani dengan baik. Semua biaya pengobatan kami tanggung," tegasnya.


Rober menambahkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap jalur rawan kecelakaan, termasuk kemungkinan penambahan rambu lalu lintas.


“Kita akan koordinasikan dengan Dishub. Tanjakan atau titik rawan lainnya akan kami beri tanda agar pengendara lebih waspada,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X