KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Upaya pelestarian alam dan pengembangan pariwisata berkelanjutan terus digencarkan di Karanganyar.
Salah satunya tampak di Telaga Madirda, Desa Berjo, yang kini makin hijau berkat kolaborasi antara PLN Nusantara Power, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta BUMDes Berjo.
Sebanyak 1.500 bibit pohon buah ditanam di kawasan wisata ini, meliputi jenis unggulan seperti durian musang king, jeruk bali, nangka madu, dan alpukat. Tak hanya daratan yang diperhatikan, keseimbangan ekosistem perairan juga dijaga dengan penebaran 3.000 benih ikan tombro ke Telaga Madirda.
Direktur Utama BUMDes Berjo, Larno, menyambut baik langkah ini. Ia menilai bahwa penghijauan dan pelestarian lingkungan menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pariwisata.
“Upaya ini tidak hanya memperindah kawasan wisata, tapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan,” ujar Larno dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.
Kegiatan penghijauan ini turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Hanif Faisol Nurofiq, Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah, dan Bupati Karanganyar Rober Christanto.
Dalam sambutannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan, konservasi alam, dan pengendalian perubahan iklim.
Sebagai bagian dari dukungan jangka panjang, PLN Nusantara Power juga menyerahkan pupuk FABA (Fly Ash Bottom Ash) yang berasal dari Unit Pembangkitan Pacitan. Pupuk ini merupakan hasil pemanfaatan limbah pembangkit yang telah diproses menjadi bahan ramah lingkungan dan berguna untuk menyuburkan lahan pertanian.
“FABA adalah inovasi nyata kami dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan restorasi ekosistem,” ujar Dirut PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah.
Kegiatan ini juga melibatkan dialog interaktif antara warga, Dinas Lingkungan Hidup, dan pengelola BUMDes. Topik yang dibahas mencakup pengelolaan sampah terpadu, penguatan ekonomi hijau, dan potensi replikasi program di wilayah lain.
Secara simbolis, Menteri Hanif menyerahkan bibit durian musang king kepada Kepala Desa Berjo Dwi Haryanto, sementara pupuk FABA diserahkan kepada Dirut BUMDes, Larno.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Desa Berjo diproyeksikan menjadi contoh sukses dari integrasi pelestarian lingkungan dan pengembangan wisata alam yang berkelanjutan.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat, cita-cita membangun pariwisata yang hijau dan berdaya saing bisa terwujud secara konkret.