KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Insiden tragis menimpa seorang anak perempuan berusia 9 tahun berinisial CF, yang tenggelam di kolam renang Edupark Intanpari, Karanganyar, pada Senin 12 Mei 2024.
Korban dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi kritis di kolam sedalam 1,3 meter.
Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu M Sulistiawan Abdillah, menjelaskan CF datang ke lokasi wisata bersama nenek dan sepupunya sekitar pukul 09.30 WIB.
Awalnya, mereka berenang bersama di kolam renang luar. Namun, ketika CF ingin menyusul sepupunya ke area kolam indoor, perbedaan tiket masuk menghalanginya. Ia pun kembali berenang sendirian di kolam semula.
“Korban kembali ke kolam luar seorang diri, sementara neneknya sempat pergi ke kamar mandi. Saat kembali, ia tidak lagi menemukan cucunya,” ujar Iptu Sulis kepada HarianKota, jejaring KlikSoloNews, Rabu 14 Mei 2025.
Pencarian langsung dilakukan, dan CF ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim rescue memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke RSUD Karanganyar. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dalam perjalanan.
SOP Sudah Dijalankan
Direktur Utama PT Aneka Usaha, Samidi, selaku pengelola Edupark Intanpari, menyatakan insiden tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan dari pendamping.
“Korban ditinggal saat proses belajar berenang masih berlangsung. Ini jadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa pengawasan langsung dari keluarga mutlak diperlukan,” jelas Samidi.
Ia menegaskan pihaknya telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional (SOP), dan semua hak keluarga korban telah diberikan, termasuk santunan, asuransi, hingga biaya rumah sakit.
Menurutnya, keluarga telah menerima musibah ini dengan ikhlas dan tidak akan menempuh jalur hukum.
Dengan jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 115.000 orang hanya dalam kurun waktu Januari hingga April 2025, Samidi menyatakan pihaknya akan mengevaluasi dan memperkuat sistem pengawasan di seluruh area kolam.
“Kami akan menggandeng BPBD untuk memperkuat tim rescue dan menyarankan agar anak-anak mengikuti program privat berenang sebagai langkah preventif,” katanya.
Manajemen Edupark Intanpari kembali mengingatkan pentingnya kehadiran dan pengawasan orang tua saat anak-anak bermain di area air. Meski fasilitas penyelamatan tersedia, pengawasan langsung dinilai tetap menjadi kunci utama keselamatan.
“Fasilitas tidak bisa menggantikan peran orang tua. Pengawasan ketat sangat penting, apalagi untuk anak-anak yang belum mahir berenang,” tambah Samidi.
Tragedi ini menjadi peringatan bagi semua pihak, bahwa keselamatan di area wisata air bukan hanya tanggung jawab pengelola, tetapi juga tanggung jawab kolektif antara pihak pengelola dan pendamping.(ks01)