KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Tiga pelajar dari SMA Negeri 1 Karanganyar berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan menyulap tanaman liar daun loseh menjadi produk losion organik inovatif.
Inovasi tersebut berhasil meraih Juara I dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2025 tingkat Kabupaten Karanganyar, kategori pelajar SMA.
Adalah Rafael Pedova Maharona, Septiana Ayunda Pratiwi, dan Annisa Desi Rahmawati yang menggagas produk bernama GALINOVE (Galinsoga Innovative Natural Organic Enhancer), losion alami berbahan dasar daun loseh yang selama ini dianggap gulma oleh masyarakat.
Ide cemerlang ini bermula dari pengamatan masyarakat Tawangmangu yang secara tradisional menggunakan daun loseh untuk mengobati luka.
Tertarik oleh potensi tersebut, ketiga siswa ini melakukan penelitian laboratorium dan menemukan bahwa daun loseh mengandung senyawa flavonoid, antioksidan kuat yang efektif dalam membantu penyembuhan luka dan meredakan iritasi kulit.
Losion Alami untuk Kulit Sehat
GALINOVE diformulasikan dari ekstrak daun loseh, gliserin alami, dan minyak esensial, tanpa tambahan bahan kimia sintetis. Ini membuat GALINOVE aman digunakan sebagai pelembap dan penyembuh luka ringan secara alami, serta ramah lingkungan.
Keunggulan utama GALINOVE adalah Bebas bahan kimia berbahaya, Mengandung antioksidan alami, Membantu mempercepat penyembuhan luka, dan Mengurangi iritasi kulit ringan.
Atas inovasi tersebut, tim pelajar ini meraih penghargaan utama dalam Krenova 2025, yang diserahkan langsung Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, di Aula Kantor Baperlitbang Karanganyar.
Wabup menyatakan, ajang Krenova bukan hanya lomba, tetapi juga wadah penting untuk menumbuhkan budaya inovatif di daerah.
“Potensi luar biasa seperti ini harus terus kita dukung agar dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat,” ujar Adhe Eliana dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.
Menurut Kepala Baperlitbang Karanganyar, Dwi Cahyono, tahun ini panitia menerima 78 proposal inovasi, meningkat dari 75 karya di tahun sebelumnya.
Kategori peserta terdiri dari 25 karya pelajar SMP, 33 karya pelajar SMA, dan 20 karya dari masyarakat umum.
Penjurian dilakukan oleh tim independen yang terdiri dari akademisi, pengusaha, dan praktisi lingkungan, yang menilai berdasarkan orisinalitas, manfaat sosial, dan kelayakan implementasi.
Bagi Rafael, Septiana, dan Annisa, keberhasilan ini adalah langkah awal. Mereka bercita-cita agar GALINOVE bisa diproduksi secara massal dan menjadi produk perawatan kulit lokal berbasis kekayaan hayati Indonesia, sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.(ks01)