Jumat, 12 Juni 2026

Polres Klaten Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Bantu Pemulihan Mental Korban Keracunan Massal

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 17 April 2025 | 11:32 WIB
Polres Klaten Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Bantu Pemulihan Mental Korban Keracunan Massal. (KlikSoloNews/dok Polres Klaten)
Polres Klaten Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Bantu Pemulihan Mental Korban Keracunan Massal. (KlikSoloNews/dok Polres Klaten)

KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM – Dalam upaya membantu pemulihan pascakejadian keracunan massal di Kecamatan Gantiwarno, Polres Klaten menerjunkan tim trauma healing untuk memberikan dukungan psikologis kepada para korban dan keluarganya.

Langkah ini dilakukan pada Selasa 15 April 2025, menyusul insiden yang menimpa puluhan warga pasca menghadiri sebuah acara keluarga di Dukuh Bendungan.

Tim trauma healing yang terdiri dari personel Dokkes, Polwan, serta konselor Polres Klaten melakukan pendampingan di sejumlah lokasi, termasuk RSUD Bagas Waras, rumah duka almarhum SP di Dukuh Wagean, posko darurat, dan rumah-rumah warga yang menjalani rawat jalan.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat pulih, tak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental dan emosional. Ini bagian dari pelayanan humanis Polri,” ujar Kasihumas Polres Klaten, AKP Nyoto.

Melalui pendekatan yang empatik dan personal, tim konselor mendengarkan keluh kesah warga, memberikan arahan terkait pengelolaan stres, serta membantu mengenali gejala trauma yang mungkin muncul setelah kejadian.

Selain itu, warga juga dibekali informasi tentang sumber daya yang bisa diakses untuk pemulihan jangka panjang.

Menurut AKP Nyoto, tim trauma healing turut berkolaborasi dengan tenaga medis guna memastikan proses pemulihan berjalan komprehensif dan terintegrasi.

“Fokus utama kami adalah menciptakan rasa tenang dan nyaman bagi korban serta keluarganya. Duka ini adalah duka kita bersama,” imbuhnya.

Langkah cepat Polres Klaten ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra yang peduli dalam situasi kemanusiaan.

Seperti diketahui sebelumnya, insiden keracunan yang diduga berasal dari konsumsi makanan pada acara halal bihalal menyebabkan puluhan warga mengalami gejala muntah, diare, dan demam.

Sebagian besar telah mendapatkan perawatan, sementara penyelidikan terhadap penyebab pasti insiden masih terus berlangsung.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X