Sabtu, 13 Juni 2026

Kreatif! Mahasiswa KKN UNS Ajar Warga Boyolali Bikin Kain Shibori

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 17 Februari 2021 | 19:00 WIB
BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengajari warga Boyolali untuk berkreasi.

Kegiatan KKN yang dilakukan luring maupun daring tersebut tidak membatasi kreativitas mahasiswa dalam menginisiasi program kerja.

Salah satunya kegiatan yang diadakan oleh Kelompok KKN UNS 111 yang ditempatkan di Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Mereka baru saja mengadakan pelatihan pembuatan Shibori bagi masyarakat di Desa Jeron pada Minggu lalu.

Kegiatan tersebut berupa pemberian materi secara teoritik tentang mengenai asal muasal Shibori dan macam jenisnya.

Selain itu, pada kesempatan tersebut, materi yang diberikan adalah shibori jenis itajime yang menggunakan bentuk-bentuk lipatan kain untuk menghasilkan motif.

“Kegiatan ini dipilih atas dasar keinginan kami untuk meningkatkan pengalaman seni dan tindak lanjutnya sebagai prospek bisnis yang menjanjikan," terang Bisri Musa Azhari selaku ketua KKN, Selasa (16/2/2021), seperti dikutip uns.ac.id.

"Kegiatan ini secara psikologis dan emosional memberikan manfaat baik terhadap tingkat apresiasi seni di masyarakat. Para peserta merasa senang saat melihat hasil pelatihan,” sambungnya.

Kelompok KKN UNS 111 menghadirkan salah seorang mahasiswa Prodi Kriya Tekstil UNS, Yosua Novalensi sebagai pemateri.

Bahan yang digunakan antara lain kain mori, karet gelang, larutan waterglass, dan pewarna remasol. Selain itu, Yosua juga menggunakan wadah sebagai perendam serta sarung tangan agar pewarna tidak menempel pada tangan.

“Kainnya dilipat bolak-balik seperti membuat lipatan kipas dari kertas, setelah itu dilipat menggunakan bentuk segitiga siku-siku dan segitiga sama sisi. Lipatan segitiganya dilakukan secara bolak-balik kemudian diikat menggunakan karet supaya kencang dan padat,” jelas Yosua saat memberikan materi.

Yosua menambahkan bahwa ikatan yang kencang dapat menahan warna agar tidak merembes terlalu dalam sehingga tercipta motif yang terstruktur. Setelah itu, sisa lipatan kain yang sudah diberi karet harus dicelupkan ke dalam larutan waterglass dan larutan pewarna.

Saat diwawancarai, Bisri mengatakan bahwa tidak ada kendala yang berarti saat menjalankan program tersebut.

“Semua peserta pelatihan terlihat antusias dan dapat mengikuti pelatihan dengan baik serta maksimal dengan pendampingan dari tim KKN UNS,” ucapnya.

Selain pembuatan Shibori, Kelompok KKN 111 tersebut juga mengadakan kegiatan workshop dengan tema kewirausahaan sebagai output pembuatan Shibori pada Minggu (14/2/2021).

Bisri berharap melalui kegiatan ini dapat mendorong minat masyarakat dalam berwirausaha khususnya dalam dunia seni kain shibori.

“Semoga dapat menjadi warna baru bisnis di kalangan anak muda untuk membantu perekonomian penduduk setempat. Terlebih lagi, pelatihan ini difasilitasi serta ditindaklanjuti dengan pelatihan bisnis online yang diadakan pada hari selanjutnya,” harap Bisri. (KS01-01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Terkini

X