solo

Program MBG Solo Tanpa Insiden, Respati Ardi Beberkan Strategi hingga Jadi Role Model Daerah Lain

Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:00 WIB
Program MBG Solo Tanpa Insiden, Respati Ardi Beberkan Strategi hingga Jadi Role Model Daerah Lain. (Kliksolonews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memaparkan strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo yang berhasil berjalan tanpa insiden atau zero accident hingga menjadi percontohan bagi daerah lain di Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Respati saat menjadi pembicara utama dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026).

Rakor bertema “Kolaborasi Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas dan Berdaya Saing” tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

Dalam forum tersebut, Respati menjelaskan keberhasilan Program MBG Solo tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak untuk mengutamakan kepentingan para penerima manfaat.

Baca Juga: Gelar SISKS Paku Buwono XIV Didaftarkan sebagai Merek ke Dirjen Kekayaan Intelektual, Ini Penjelasannya

Menurutnya, seluruh proses harus berangkat dari sudut pandang masyarakat yang menerima manfaat program, terutama para siswa sebagai sasaran utama MBG.

“Sebenarnya semangatnya prinsip utamanya adalah kepedulian. Itu adalah kunci utama zero accident MBG. Jadi jangan melihat dari segi apa pun, tapi lihatlah dari sudut pandang penerima manfaat. Ketika kita memuliakan penerima manfaat, insyaallah program ini akan berjalan baik,” ujar Respati.

Untuk memastikan kualitas makanan dan keamanan program tetap terjaga, Pemerintah Kota Solo secara rutin melakukan pengawasan dan pengujian berkala bersama berbagai instansi terkait.

Respati menjelaskan, pengujian kualitas makanan dilakukan secara berkala oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, pemerintah juga membuka kanal pengaduan masyarakat yang wajib ditindaklanjuti dalam waktu kurang dari 24 jam.

Monitoring dan evaluasi dilakukan secara intensif oleh Satuan Tugas (Satgas) MBG yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, BPOM, aparat penegak hukum, hingga puskesmas.

Baca Juga: Gempass Bersholawat Jilid 2 Hadirkan Gus Iqdam hingga Habib Zaidan, BRM Kusumo: Jadi Inspirasi bagi Komunitas Suporter Lain

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses distribusi dan penyajian makanan berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kesehatan.

Libatkan PKK Awasi Dapur MBG

Respati juga mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat hingga tingkat kelurahan dan kecamatan menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Program MBG di Solo.

Halaman:

Tags

Terkini