Perbedaan pendapat, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun harus diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan perpecahan.
“Soliditas merupakan modal utama organisasi. Dengan kebersamaan, GP Ansor akan semakin kuat dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Astrid juga mengapresiasi peran GP Ansor Kota Surakarta yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, kemanusiaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Peran tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung terwujudnya Kota Surakarta yang aman, damai, toleran, dan berdaya saing.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjutnya, terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Astrid berharap kepengurusan baru GP Ansor Kota Surakarta dapat menghadirkan inovasi dan program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda.
Baca Juga: Omah Latareombo, Kafe Instagramable dengan Pemandangan Lima Gunung di Lereng Merbabu
Ia menegaskan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah kaderisasi, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh kader GP Ansor untuk terus menjaga semangat pengabdian, memperkuat nilai kebangsaan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Pelantikan ditutup dengan pembacaan ikrar pengurus, penyerahan pataka organisasi, dan doa bersama sebagai bentuk komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(*)