SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Festival Bocah Dolanan 2026 resmi dibuka di Ndalem Joyokusuman, Baluwarti, Surakarta, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Rumah Beranak-Anak: Reaktivasi Permainan Tradisional sebagai Media Pendidikan Karakter” ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat pendidikan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Festival tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemkot Surakarta dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegiat seni budaya, komunitas kreatif, hingga pelaku pelestarian budaya yang memiliki perhatian terhadap perkembangan generasi muda.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani yang hadir membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Festival Bocah Dolanan 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak dengan pendekatan yang lebih relevan dan menarik sesuai perkembangan zaman.
“Anak-anak saat ini tumbuh di era digital yang sangat dekat dengan gawai dan permainan berbasis teknologi. Karena itu, kita perlu menghadirkan ruang agar mereka tetap mengenal, merasakan, dan menghidupi nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Wakil Wali Kota menegaskan permainan tradisional tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga mengandung banyak nilai positif yang penting bagi tumbuh kembang anak.
Melalui permainan tradisional, anak-anak dapat belajar tentang kerja sama, kebersamaan, sportivitas, kreativitas, disiplin, hingga kemampuan berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitar.
Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Sebagai kota budaya, Kota Solo memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan tradisi yang dimiliki agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.
Pelestarian Budaya Harus Adaptif dengan Zaman
Dalam kesempatan tersebut, Astrid juga menekankan pelestarian budaya harus dilakukan secara adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya.
Artikel Terkait
TEGAS! Astrid Widayani Minta Pelaku Usaha Solo Berikan Data Akurat di Sensus Ekonomi 2026
Terima Delegasi Xi’an, Astrid Dorong Penguatan Kerja Sama Solo Tiongkok di Berbagai Sektor
Astrid Widayani Apresiasi Peran DWP Rutan dalam Pembangunan Kota
Dorong Digitalisasi UMKM, Astrid Widayani Serahkan KTA Digital Komunitas PUS
Astrid Widayani Berbagi Inspirasi Kepemimpinan dan Bedah Buku The Untold Story di Universitas Veteran Sukoharjo