Jumat, 12 Juni 2026

Penguatan Program KB di Solo untuk Cegah Stunting, Pemkot Surakarta Tekankan Kualitas Keluarga

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 21 April 2026 | 09:01 WIB
Penguatan Program KB di Solo untuk Cegah Stunting, Pemkot Surakarta Tekankan Kualitas Keluarga. (KlikSoloNews/dok)
Penguatan Program KB di Solo untuk Cegah Stunting, Pemkot Surakarta Tekankan Kualitas Keluarga. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Pemkot Surakarta memperkuat program KB untuk mencegah stunting dengan fokus pada kualitas keluarga, perencanaan kelahiran, dan edukasi masyarakat.

Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat program Keluarga Berencana (KB) sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sekaligus membangun keluarga berkualitas.


Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, dalam keterangannya kepada awak media.


Ia menyampaikan program KB tidak hanya berfokus pada pengendalian jumlah anak, tetapi juga pada peningkatan kualitas keluarga secara menyeluruh.


“Program KB memastikan keluarga tidak hanya memperhatikan jumlah anak, tetapi juga kualitas keluarga demi pembangunan manusia yang lebih baik,” ujarnya.


Menurutnya, terdapat hubungan erat antara perencanaan keluarga dengan upaya penurunan risiko Stunting. Kelahiran anak yang tidak direncanakan, baik dari sisi jarak maupun kesiapan kesehatan ibu dan anak, dapat berdampak pada kualitas kelahiran.


Ia mengungkapkan, di sejumlah wilayah masih ditemukan kasus kelahiran tanpa perencanaan matang yang berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan pada anak.


“Ketidakterencanaan dalam kelahiran anak dapat memengaruhi kualitas kelahiran dan berisiko pada kesehatan,” jelasnya.


Pemkot Surakarta juga mendorong perangkat daerah untuk terus memantau capaian program KB. Penggunaan metode alat kontrasepsi dinilai penting dalam menjaga jarak kelahiran dan jumlah anak agar lebih terencana.


Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program. Mulai dari pemahaman tentang kesehatan reproduksi, kesiapan pernikahan, hingga pola asuh anak yang berkualitas.


“Dengan target yang sudah ditentukan, diharapkan tingkat kelahiran dapat dimonitor dengan baik, termasuk perencanaan penggunaan alat kontrasepsi,” imbuhnya.


Wakil Wali Kota menekankan keberhasilan program KB tidak lepas dari peran aktif wilayah hingga tingkat kecamatan. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.


Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan dalam membangun keluarga, baik dari sisi orang tua maupun anak. Banyak persoalan sosial, menurutnya, berakar dari kurangnya kesiapan dalam menjalani kehidupan berkeluarga.


“Ini bukan sekadar membatasi jumlah anak, tetapi memastikan kesiapan keluarga dan kualitas pendidikan anak,” tegasnya.


Melalui penguatan program KB dan kerja sama berbagai pihak, Pemerintah Kota Surakarta optimistis dapat menciptakan keluarga yang lebih berkualitas serta generasi yang sehat dan berdaya saing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X