Mereka berangkat menuju Madinah tanpa membawa kekayaan, tetapi memiliki bekal utama berupa keimanan, ketakwaan, dan keyakinan penuh kepada Allah.
Semangat Baru Sambut Tahun Baru Islam
Dalam acara yang sama, mubalig asal Rembang, Syarofuddin Ismail Qoimas, mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru Islam dengan semangat dan tekad yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, pergantian tahun Hijriah harus dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi diri sekaligus memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan kontribusi kepada masyarakat.
Peringatan 1 Muharam bukan hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga kesempatan bagi umat Islam untuk memperkuat nilai-nilai spiritual serta memperbarui komitmen dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
Baca Juga: Kemenkeu Kurangi Anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri 2027 dari Rp80 Miliar Jadi Rp55 Miliar
Pawai obor dan Gebyar Muharram di Desa Dongos menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan masih mendapat tempat istimewa di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai Islam dapat diwariskan kepada generasi muda sekaligus memperkuat kebersamaan sosial.
Dengan semangat hijrah yang terus digaungkan, masyarakat diharapkan mampu menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai awal untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat persaudaraan, dan membangun kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.(*)