Jumat, 12 Juni 2026

Hujan Ekstrem Melanda, Pemprov Jateng Lakukan Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 16 Januari 2026 | 20:01 WIB
Hujan Ekstrem Melanda, Pemprov Jateng Lakukan Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati. (KlikSoloNews/dok)
Hujan Ekstrem Melanda, Pemprov Jateng Lakukan Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati. (KlikSoloNews/dok)

KENDAL, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengoptimalkan langkah penanganan dampak cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah modifikasi cuaca di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati yang dijadwalkan berlangsung hingga 20 Januari 2026.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa rekayasa cuaca menjadi langkah strategis untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara beruntun.

“Hingga tanggal 20 Januari, kita melakukan modifikasi cuaca di beberapa daerah, terutama di Jepara, Kudus, dan Pati,” ujar Taj Yasin usai menghadiri Istighotsah dan Pembinaan Organisasi dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama (NU) dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Gedung MWCNU Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, Pemprov Jateng terus memantau perkembangan cuaca secara intensif setelah pelaksanaan modifikasi cuaca. Langkah tersebut dilakukan sebagai ikhtiar untuk mengurangi intensitas hujan agar tidak terkonsentrasi di satu wilayah, sehingga potensi banjir dapat ditekan.

Menurutnya, program modifikasi cuaca membutuhkan anggaran besar karena melibatkan penggunaan helikopter yang harus diterbangkan beberapa kali untuk melakukan proses penyemaian awan di wilayah sasaran.

Khusus di Kabupaten Pati, Pemprov Jateng mengerahkan lebih dari satu helikopter untuk mengatur distribusi awan hujan. Tujuannya agar curah hujan tidak turun secara masif di satu lokasi, sehingga genangan air dan banjir tidak semakin parah.

Meski mengedepankan upaya teknis, Taj Yasin menegaskan bahwa seluruh ikhtiar tersebut harus dibarengi dengan pendekatan spiritual. Ia menilai doa dan kebersamaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu juga mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal yang masih terdampak banjir.

“Saya mohon Jawa Tengah, termasuk Kendal yang saat ini masih kebanjiran, untuk terus didoakan,” tuturnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X