nasional

Hanania Travel Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat dan Owner Diperiksa Polisi

KS1
Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:00 WIB
Hanania Travel Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat dan Owner Diperiksa Polisi. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Pemilik Hanania Travel, Farhan, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya setelah mengaku tidak mampu memberangkatkan sekitar 1.260 calon jemaah umrah untuk periode keberangkatan Juni hingga Juli 2026.

Pengakuan tersebut memicu kemarahan ratusan calon jemaah yang kemudian menggiring owner travel itu ke kantor polisi pada Kamis (28/5/2026).

Peristiwa bermula saat Farhan menemui para calon jemaah di kantor cabang Hanania Travel yang berada di Gedung EightyEight, kawasan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak travel mengakui mengalami persoalan internal sehingga seluruh jadwal keberangkatan umrah untuk kloter Juni hingga Juli 2026 terpaksa dibatalkan.

Salah satu calon jemaah, Rosa (50), mengungkapkan bahwa pihak travel hanya menawarkan dua opsi kepada para korban.

Opsi pertama yakni pengalihan keberangkatan ke agen travel lain yang bersedia menampung jemaah. Sementara opsi kedua berupa pengembalian dana atau refund secara bertahap selama dua tahun.

“Opsinya hanya dialihkan ke travel lain atau refund dicicil selama dua tahun. Kami jelas keberatan karena tidak ada jaminan uang kami aman,” ujar Rosa.

Menurut Rosa, para jemaah sudah kehilangan kepercayaan terhadap pihak travel sehingga memilih membawa Farhan ke Polda Metro Jaya agar dilakukan pemeriksaan dan audit keuangan perusahaan.

Suasana di lokasi sempat memanas ketika sejumlah calon jemaah terlibat adu argumen dengan pemilik travel. Massa menuntut kejelasan terkait dana umrah yang telah disetorkan serta kepastian aset perusahaan.

Beberapa jemaah mengaku khawatir dana yang telah mereka bayarkan tidak dapat dikembalikan sepenuhnya apabila tidak ada tindakan hukum yang jelas terhadap pihak travel.

Kasus ini disebut bukan pertama kali terjadi. Sejak bulan Syawal atau sekitar Maret 2026, sejumlah jemaah kloter sebelumnya juga dikabarkan gagal berangkat dan hingga kini masih menunggu proses pengembalian dana dari pihak Hanania Travel.

Jemaah Kloter September Ikut Cemas

Aksi protes di kantor Hanania Travel juga diikuti calon jemaah untuk keberangkatan September 2026. Mereka mengaku khawatir mengalami nasib serupa dan meminta kepastian terkait jadwal keberangkatan maupun dana yang telah dibayarkan.

Hingga kini, Farhan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya. Aparat kepolisian disebut tengah melakukan pendalaman serta audit terhadap kondisi keuangan Hanania Travel.

Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum pemilik agen perjalanan umrah tersebut.

Kasus Hanania Travel kembali menjadi sorotan publik dan menambah daftar persoalan biro perjalanan umrah yang bermasalah di Indonesia.

Masyarakat pun diimbau lebih berhati-hati dalam memilih agen perjalanan umrah dengan memastikan legalitas serta rekam jejak perusahaan sebelum melakukan pembayaran. (ks01)

Tags

Terkini