nasional

Wamen LH Resmikan Program Pengelolaan Sampah KAI, Target Seluruh Stasiun di Indonesia

KS1
Jumat, 22 Mei 2026 | 14:09 WIB
Wamen LH Resmikan Program Pengelolaan Sampah KAI, Target Seluruh Stasiun di Indonesia. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono meminta PT Kereta Api Indonesia segera mengimplementasikan program pengelolaan sampah di seluruh stasiun kereta api di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) saat meresmikan kick-off Program Pengelolaan Sampah KAI Group 2026 melalui proyek percontohan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2026).

Dalam program tersebut, KAI mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang mencakup pemilahan sampah, pengumpulan terintegrasi, TPS3R, pengolahan sampah organik menggunakan biodigester, hingga digitalisasi data sampah.

“Saya sangat apresiasi yang dilakukan KAI, termasuk membangun dan mengaktifkan TPS3R di DKI dan luar DKI. Ini sejalan dengan visi misi KLH, jadi KAI sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan sampah sesuai yang kita inginkan dengan strategi aktivasi TPS3R. Saya harap ini bisa diimplementasi di seluruh stasiun di Indonesia,” ujar Diaz.

Menurut Diaz, program pengelolaan sampah menjadi penting karena KAI memiliki sekitar 600 stasiun dan jaringan rel sepanjang 7.000 kilometer yang menghasilkan volume sampah cukup besar.

Ia juga menyoroti masih adanya kebiasaan masyarakat membuang sampah di sekitar jalur rel kereta api.

Karena itu, Diaz menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada penumpang, pekerja KAI, serta masyarakat sekitar untuk membangun kesadaran dalam memilah sampah.

“Saya dengar tadi, PT KAI memiliki 600 stasiun dan 7.000 kilometer rel kereta dan itu sampahnya tidak sedikit. Di bagian tertentu juga masih ada yang buang sampah ke rel. Makanya itu bukan hanya menyediakan fasilitasnya tapi juga bagaimana membangun kesadaran tentang pemilahan ke para penumpang, pekerja KAI dan masyarakat luas,” tegasnya.

KLH Siap Dampingi Pengelolaan Sampah KAI

Dalam mendukung program tersebut, KLH/BPLH menyatakan siap berkolaborasi dengan KAI untuk menciptakan stasiun kereta api yang bersih dan bebas sampah di seluruh Indonesia.

Diaz menyebut pihaknya siap memberikan pendampingan, modul edukasi, hingga bantuan reaktivasi TPS3R dan bank sampah.

“Di sini bisa bekerja sama dengan KLH. Kami bisa memberikan modul atau pendampingan dalam peningkatan kesadaran pemilahan, bantuan arahan dalam reaktivasi TPS3R dan bank sampah. Kita juga bisa kolaborasi untuk mencari offtaker,” kata Diaz.

Program pengelolaan sampah ini juga menjadi bagian dari target nasional penanganan sampah yang telah diarahkan Presiden melalui RPJMN dengan target 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029.

“Gubernur DKI sudah deklarasi pilah sampah 100 persen untuk bulan Agustus. Ini termasuk dalam target besar Presiden melalui RPJMN yaitu pada 2029 nanti 100 persen sampah terkelola,” jelas Diaz.

Sementara itu, Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa mengapresiasi dukungan KLH/BPLH dalam pengembangan program pengelolaan sampah di lingkungan stasiun.

“Saya terima kasih kepada KLH yang sudah supportive dan memberikan guidance. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk mewujudkan stasiun yang bersih, tidak hanya modernisasi tapi juga mengembangkan pengelolaan sampah atau waste management,” ujarnya.

KAI berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal menuju sistem transportasi kereta api yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa mendatang.(ks01)

Tags

Terkini