nasional

Visual Diduga Pakai AI Senilai Rp550 Miliar, Website Badan Gizi Nasional Dirujak Netizen

KS1
Kamis, 7 Mei 2026 | 09:30 WIB
Visual Diduga Pakai AI Senilai Rp550 Miliar, Website Badan Gizi Nasional Dirujak Netizen. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Laman resmi Badan Gizi Nasional, bgn.go.id, mendadak menjadi sorotan publik setelah menuai kritik tajam dari warganet.

Bukannya diapresiasi, tampilan visual situs tersebut justru dinilai tidak sebanding dengan nilai proyek yang disebut mencapai Rp550 miliar.

Kehebohan bermula saat pengguna internet menemukan adanya fitur asisten virtual berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi dalam situs tersebut. Fitur ini sebenarnya dinilai cukup membantu dalam menyajikan informasi secara cepat dan interaktif.

Namun perhatian publik justru tertuju pada kualitas visual yang ditampilkan. Sejumlah netizen menduga aset gambar dan infografis yang digunakan merupakan hasil AI generatif yang tidak melalui proses penyempurnaan desain.

Tampilan visual yang dianggap kurang rapi dan terkesan “instan” memicu kritik luas di media sosial. Banyak yang menilai penggunaan AI tanpa sentuhan profesional membuat estetika situs pemerintah tersebut terlihat kurang maksimal.

“Minimal hire ilustrator, masa ginian doang pakai AI,” tulis salah satu netizen dalam unggahan yang viral.

Kritik semakin tajam ketika dikaitkan dengan proyek Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) yang dilaporkan menelan anggaran hingga Rp550 miliar. Angka tersebut memicu pertanyaan publik mengenai transparansi dan alokasi dana, khususnya untuk sektor desain dan pengembangan kreatif.

Sorotan Penggunaan AI di Instansi Pemerintah

Fenomena ini kembali memunculkan perdebatan terkait pemanfaatan teknologi AI di lingkungan pemerintahan. Di satu sisi, AI dapat menjadi solusi efisiensi dan percepatan kerja. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak diimbangi dengan kualitas desain dinilai berpotensi menurunkan standar profesionalitas.

Publik pun berharap instansi pemerintah tidak hanya berfokus pada fungsi teknologi, tetapi juga memperhatikan kualitas visual dan orisinalitas, terutama dalam proyek dengan anggaran besar yang bersumber dari dana publik.

Hingga saat ini, pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan aset AI generatif pada situs tersebut maupun rincian alokasi anggaran proyek SIPGN.

Kasus ini menjadi refleksi penting bagi pengembangan platform digital pemerintah ke depan, agar mampu menyeimbangkan antara inovasi teknologi, transparansi anggaran, serta kualitas hasil yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.(ks01)

Tags

Terkini