nasional

162 Siswa di Anambas Diduga Keracunan Program MBG, Temuan Boraks dan Bakteri Berbahaya Picu Investigasi

KS1
Rabu, 6 Mei 2026 | 07:30 WIB
162 Siswa di Anambas Diduga Keracunan Program MBG, Temuan Boraks dan Bakteri Berbahaya Picu Investigasi. (KlikSoloNews/dok)

KEPULAUAN ANAMBAS, KLIKSOLONEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas berubah menjadi insiden serius setelah 162 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai menyantap menu makanan sekolah.

Peristiwa ini terjadi pada 15 April 2026 di wilayah Air Asuk dan tidak hanya menimpa siswa, tetapi juga sejumlah orang tua yang ikut mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional bersama BPOM Indonesia mengungkap adanya kandungan berbahaya dalam sampel makanan yang disajikan kepada siswa.

Ketua Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, menyebutkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi serius.

“Ditemukan boraks dalam kadar tinggi serta bakteri patogen pada beberapa sampel makanan. Ini menjadi perhatian serius karena bahan tersebut tidak boleh digunakan dalam makanan,” ujarnya.

Menu yang terkontaminasi di antaranya telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran dengan kadar boraks yang ditemukan berkisar antara 100 hingga 5.000 mg/L.

Bakteri Penyebab Gangguan Pencernaan

Selain zat kimia, laboratorium juga menemukan dua jenis bakteri berbahaya, yaitu Escherichia coli dan Bacillus cereus. Kedua bakteri ini diketahui dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti muntah dan diare.

“Keberadaan E. coli menunjukkan adanya masalah sanitasi, sementara Bacillus cereus biasanya muncul akibat penanganan makanan yang tidak higienis,” jelas Arie.

Pemerintah daerah bersama tim investigasi masih menelusuri sumber utama pencemaran, apakah berasal dari bahan baku yang digunakan atau kesalahan dalam proses pengolahan di dapur penyedia makanan.

Insiden ini kini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Pengawasan terhadap standar operasional prosedur (SOP), kebersihan dapur, dan kualitas bahan baku kini diminta untuk diperketat.

Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.(KS01)

Tags

Terkini