nasional

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Guru Nurlaela Dapat Penghargaan Anumerta dari BKN

KS1
Kamis, 30 April 2026 | 07:38 WIB
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Guru Nurlaela Dapat Penghargaan Anumerta dari BKN. (KlikSoloNews/dok)

BEKASI, KLIKSOLONEWS.COM - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kenaikan pangkat anumerta kepada Nurlaela, seorang guru di SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur, yang menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Kebijakan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi almarhumah sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang gugur dalam tugas.

Melalui pernyataan resminya, BKN menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan yang menelan korban jiwa dan luka-luka tersebut.

“Selamat jalan, Ibu Nurlaela. ASN Guru hebat yang berpulang dalam tugas. Penghargaan tertinggi, kenaikan pangkat anumerta, dan hak keluarga telah diproses,” tulis BKN.

Selain penghargaan dari negara, santunan juga diberikan kepada ahli waris korban meninggal dunia PT Jasa Raharja.

Setiap ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp50 juta dari Jasa Raharja, serta tambahan Rp40 juta melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Jasaraharja Putera.

Untuk korban luka-luka, biaya perawatan dijamin hingga maksimal Rp20 juta dari Jasa Raharja, ditambah perlindungan hingga Rp30 juta dari Jasaraharja Putera.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Insiden tragis ini melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Berdasarkan keterangan Kementerian Perhubungan, kejadian bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper kendaraan di perlintasan sebidang.

Akibatnya, rangkaian KRL berhenti dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB). Dalam situasi tersebut, rangkaian lain yang menuju Cikarang juga diberhentikan di stasiun.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Jakarta menuju Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya dan akhirnya terlibat tabrakan dengan KRL yang sedang berhenti.

Data terbaru menyebutkan sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara sekitar 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi yang mendapat perhatian luas, sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api.(ks01)

Tags

Terkini