nasional

Menu MBG Dinilai Tak Sesuai? Zulhas: Sekolah Bisa Ajukan Protes hingga Suspend SPPG, tapi Jangan Lewat Medsos

KS1
Jumat, 24 April 2026 | 15:30 WIB
Menu MBG Dinilai Tak Sesuai? Zulhas: Sekolah Bisa Ajukan Protes hingga Suspend SPPG, tapi Jangan Lewat Medsos. (KlikSolonews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan pihak sekolah memiliki hak untuk mengajukan perubahan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Hal tersebut disampaikan Zulhas saat melakukan sosialisasi program MBG di SMP Negeri 1 Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.


Menurutnya, sekolah dapat menyampaikan permintaan perubahan menu kepada penyedia layanan apabila menu yang diberikan dinilai kurang variatif atau tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak.


“Bisa, jadi kalau kepala sekolah merasa menu seperti ini terus, bisa request menu lain yang diinginkan,” ujar Zulhas.


Ia menambahkan, variasi menu dalam program MBG terus dikembangkan agar lebih sesuai dengan selera dan kebutuhan gizi anak-anak sekolah saat ini.


“Sekarang menunya macam-macam. Kalau zaman saya dulu belum ada teriyaki chicken. Anak-anak sekarang sudah berbeda seleranya,” katanya.


Zulhas juga menjelaskan mekanisme pengawasan dalam program tersebut. Jika ditemukan menu yang tidak sesuai standar gizi, seperti kekurangan protein, maka pihak sekolah dapat melapor kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Ia menegaskan bahwa laporan dari sekolah akan ditindaklanjuti secara bertahap, mulai dari teguran hingga evaluasi lebih lanjut.


“Kalau tidak sesuai, misalnya proteinnya tidak ada, bisa protes. Sekali, dua kali, tiga kali. Kalau diabaikan, kita evaluasi, bahkan bisa di-suspend SPPG-nya,” tegasnya.


Pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dengan melibatkan pengawasan aktif dari pihak sekolah, sehingga kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar sesuai standar gizi yang ditetapkan.


Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar siswa di seluruh Indonesia.(KS01)

Tags

Terkini