nasional

Pemprov Jateng Cetak Pemandu Gunung Profesional, Peluang Kerja dari Tren Wisata Alam Meningkat

KS1
Selasa, 21 April 2026 | 08:00 WIB
Pemprov Jateng Cetak Pemandu Gunung Profesional, Peluang Kerja dari Tren Wisata Alam Meningkat. (KlikSolonews/dok Pemprov Jateng)

UNGARAN, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis alam dengan mencetak pemandu gunung profesional.

Melalui program pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG) 2026, peluang kerja baru pun dibuka lebar seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam.

Pelatihan ini digelar di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, pada 17–18 April 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi Jawa Tengah dalam mengoptimalkan potensi wisata sekaligus memperluas lapangan pekerjaan.

Sebanyak 16 peserta terpilih dari total 250 pendaftar mengikuti tahap praktik lapangan. Sebelumnya, mereka telah mendapatkan pembekalan teori di Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa Pariwisata milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah.

Staf BLK Jasa dan Pariwisata, Hamid Adityawarman, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang dengan sistem asrama selama 100 jam, mencakup teori dan praktik lapangan.

“Tujuannya membentuk pemandu wisata gunung yang kompeten sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” ujarnya.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang menargetkan tahun 2027 sebagai momentum penguatan sektor pariwisata dan ekonomi syariah.

Untuk menjamin kualitas lulusan, pelatihan ini menggandeng Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Ketua APGI Jawa Tengah, Lazuardi, mengungkapkan kebutuhan pemandu gunung profesional di wilayah ini masih sangat besar. Dari sekitar 900 ribu pendaki per tahun di 15 kawasan gunung, jumlah pemandu yang tersedia baru sekitar 160 orang.

“Potensi wisata gunung kita tinggi, tapi belum diimbangi jumlah pemandu profesional. Ini peluang besar,” katanya.

Pada pelatihan batch pertama tahun 2025, sebagian lulusan bahkan telah terserap di berbagai sektor wisata alam. Hal ini menunjukkan prospek kerja yang menjanjikan bagi peserta pelatihan.

Penghasilan Menjanjikan, Keterampilan Lengkap

Profesi pemandu gunung di Jawa Tengah juga menawarkan penghasilan yang cukup menarik, berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp650 ribu per hari, tergantung durasi dan tingkat kesulitan pendakian.

Peserta pelatihan dibekali berbagai keterampilan penting, seperti pelayanan tamu (hospitality)
teknik mendirikan kemah, navigasi dan keselamatan pendakian. pengetahuan keanekaragaman hayati, pemahaman budaya lokal, dan kode etik profesi.

-
Pemprov Jateng Cetak Pemandu Gunung Profesional, Peluang Kerja dari Tren Wisata Alam Meningkat. (KlikSolonews/dok Pemprov Jateng)

Salah satu peserta, Endang Pratiwi, mengaku pelatihan ini membuka peluang untuk meningkatkan taraf hidupnya. Selama ini ia bekerja sebagai porter lepas.

“Saya ingin naik level jadi pemandu, bukan hanya porter,” ujarnya.

Peserta lain, Mufni asal Pemalang, juga optimistis keterampilan yang didapat bisa langsung diterapkan di lapangan.

“Selain melayani pendaki, saya juga ingin berbagi ilmu dan pengalaman,” katanya.

Melalui program ini, Pemprov Jawa Tengah tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga memastikan dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan meningkatnya jumlah pemandu gunung profesional, diharapkan sektor wisata alam semakin berkembang, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi sumber penghasilan baru bagi warga lokal.(KS01)

Tags

Terkini