JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Lonjakan harga plastik kemasan dalam beberapa pekan terakhir mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencari solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke bahan tradisional seperti daun pisang.
Menurut Pramono, kenaikan harga plastik yang dipengaruhi kondisi global harus dijadikan momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan sekali pakai. Ia menilai, penggunaan pembungkus alami bisa menjadi solusi yang lebih berkelanjutan.
“Kita harus mulai mengurangi penggunaan plastik secara bertahap dan mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya saat meninjau kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, daun pisang tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga memiliki nilai tambah dari sisi kesehatan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, bahan alami tersebut dinilai mudah ditemukan dan sudah lama digunakan dalam tradisi masyarakat Indonesia.
Kenaikan harga plastik kemasan saat ini terbilang signifikan. Berdasarkan data pemerintah daerah, harga plastik mengalami peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen sejak akhir Maret 2026.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa lonjakan harga dipicu oleh dinamika geopolitik global yang berdampak pada distribusi bahan baku.
Ia menyebutkan, beberapa jenis plastik mengalami kenaikan cukup tajam. Kantong kresek kini berada di kisaran Rp17.000 per pak, sementara plastik jenis PET dan PE masing-masing mencapai sekitar Rp22.000 dan Rp21.000 per pak.
Kondisi ini memberikan tekanan tersendiri bagi pelaku usaha, terutama sektor makanan dan minuman yang selama ini sangat bergantung pada kemasan plastik.
Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi daerah dengan kenaikan harga paling tinggi. Selain itu, harga plastik juga cenderung fluktuatif mengikuti pasokan di pasar.
Pemerintah pun mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan alternatif yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu menekan biaya, tetapi juga mengurangi dampak negatif plastik terhadap lingkungan dalam jangka panjang.(KS01)