nasional

SAH! Kata “Kesusu” Resmi Masuk KBBI, Bukti Bahasa Indonesia Semakin Kaya dan Inklusif

KS1
Minggu, 12 April 2026 | 07:00 WIB
SAH! Kata “Kesusu” Resmi Masuk KBBI, Bukti Bahasa Indonesia Semakin Kaya dan Inklusif. (KlikSoloNews/dok tangkapan layar KBBI)

KLIKSOLONEWS.COM - Kabar menggembirakan datang bagi pecinta bahasa di Indonesia. Salah satu kosakata khas Jawa, yakni “kesusu”, kini resmi tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Masuknya kata kesusu menjadi bukti bahasa daerah terus mendapat ruang dalam perkembangan bahasa nasional.

Langkah ini sekaligus menegaskan Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dinamis, terbuka, dan terus berkembang mengikuti realitas sosial masyarakatnya.



Makna Kesusu dalam KBBI


Dalam pembaruan terbaru KBBI, kata “kesusu” dikategorikan sebagai adverbia atau kata keterangan. Kata ini memiliki arti:


tergesa-gesa; terburu-buru.


Dalam konteks penggunaan, “kesusu” menggambarkan tindakan seseorang yang dilakukan dengan tergesa tanpa pertimbangan matang, biasanya karena tekanan waktu atau situasi mendesak.



Kosakata Lama yang Kini Diakui Resmi


Meski baru masuk KBBI, “kesusu” sejatinya bukan istilah baru. Kata ini telah lama digunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa, termasuk di daerah seperti Solo, Semarang, Ngawi dan sekitarnya.


Penggunaannya kerap muncul sebagai bentuk nasihat atau teguran ringan. Misalnya:




  • “Aja kesusu, dipikir sik wae.”

  • “Jangan kesusu ambil keputusan.”


Ungkapan tersebut mencerminkan nilai kehati-hatian yang kuat dalam budaya Jawa.


Masuknya kata kesusu ke dalam KBBI menunjukkan Bahasa Indonesia terus mengalami pengayaan kosakata dari berbagai bahasa daerah. Hal ini memperkuat posisi bahasa nasional sebagai representasi keberagaman budaya di Indonesia.


Para ahli bahasa menilai bahwa adopsi kosakata lokal membawa sejumlah dampak positif, antara lain:




  • Pelestarian budaya, karena bahasa daerah tetap hidup dan digunakan

  • Pengayaan kosakata, sehingga pilihan diksi semakin beragam

  • Penguatan identitas nasional, yang mencerminkan kebhinekaan Indonesia


Fenomena ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lebih banyak kosakata daerah lainnya untuk diakui secara resmi dalam KBBI.


Dengan begitu, Bahasa Indonesia akan semakin inklusif dan mampu merepresentasikan seluruh lapisan masyarakat.


Ke depan, bukan tidak mungkin semakin banyak istilah lokal yang akrab di telinga masyarakat akan mendapatkan pengakuan serupa, memperkaya bahasa nasional sekaligus menjaga warisan budaya bangsa.(KS01)

Tags

Terkini