SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta masih mengkaji kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat yang diusulkan Pemerintah Pusat.
Hingga saat ini, sistem kerja work from office (WFO) di lingkungan Pemkot Solo masih berjalan normal. Kajian dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan pihaknya telah mendiskusikan kebijakan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah.
“Kami sudah mendiskusikan dengan jajaran pemerintah, WFH masih dalam pengkajian,” ujar Respati, Kamis (2/4/2026).
Menurut Respati, kebijakan WFH dari Pemerintah Pusat bertujuan untuk mendorong efisiensi energi, khususnya pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Sebagai langkah konkret, Pemkot Surakarta justru mendorong program alternatif berupa “Jumat Bersepeda”.
Program ini mengajak seluruh ASN untuk tetap bekerja dari kantor, namun menggunakan sepeda atau transportasi publik sebagai sarana mobilitas.
“Kami ada program Jumat Bersepeda untuk seluruh jajaran ASN. Kami juga mengajak Forkopimda untuk ikut bersepeda atau menggunakan transportasi publik,” jelasnya.
Langkah ini dinilai tidak hanya mendukung penghematan energi, tetapi juga meningkatkan kesehatan pegawai serta mengurangi polusi udara di perkotaan.
Ajak Swasta Ikut Berpartisipasi
Pemkot Surakarta juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk ikut serta dalam gerakan ini. Harapannya, upaya bersama ini dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih ramah bagi pesepeda.
Respati optimistis program ini dapat membantu menekan konsumsi BBM sekaligus membangun budaya transportasi ramah lingkungan di Kota Solo.
“Kami harap ini bisa menciptakan Solo sebagai kota ramah bersepeda. Silakan rekan-rekan swasta jika ingin mengikuti,” tambahnya.
Program “Jumat Bersepeda” rencananya akan mulai diterapkan dalam waktu dekat, setelah masa libur rangkauan peringatan Paskah.(ks01)