SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Tanggul Sungai Tuntang di perbatasan Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan dilaporkan mengalami keretakan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun meminta BBWS Pemali Juana untuk segera mempercepat penanganan guna mencegah kerusakan lebih parah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan retakan tersebut berada di titik rawan, yakni dekat lokasi tanggul yang sebelumnya jebol pada Februari 2026.
“Sudah kami komunikasikan dengan BBWS Pemali Juana agar segera ditangani. Ini penting untuk mencegah kerusakan lanjutan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Dalam penanganannya, BBWS Pemali Juana akan melakukan dua langkah utama. Pertama, pemasangan bronjong berisi batu untuk memperkuat struktur tanggul. Kedua, penambahan sandbag atau karung berisi pasir di titik retakan.
Menurut Henggar, penggunaan sandbag dapat dilakukan lebih cepat sebagai penanganan darurat. Sementara pemasangan bronjong membutuhkan waktu lebih lama karena harus dilakukan secara presisi agar tidak memicu longsor atau retakan baru.
“Dengan kombinasi ini diharapkan tanggul menjadi lebih stabil dan aman,” jelasnya.
Dampak Penanganan Darurat Sebelumnya
Henggar mengungkapkan, retakan yang terjadi saat ini tidak lepas dari penanganan darurat pascabanjir pada Februari lalu. Saat itu, perbaikan tanggul dilakukan secara cepat dengan target hanya tiga hari karena mendesak menjelang Lebaran.
Langkah cepat tersebut dilakukan agar pemerintah dapat segera menangani infrastruktur lain yang terdampak, seperti jalan rusak akibat banjir.
“Karena waktu itu kondisi darurat, penanganan dilakukan cepat. Sekarang perlu penguatan lanjutan agar lebih permanen,” tambahnya.
Pemprov Jawa Tengah menekankan pentingnya percepatan perbaikan mengingat kondisi cuaca yang masih sering turun hujan, meskipun intensitasnya tidak setinggi awal tahun.
Jika tidak segera ditangani, peningkatan debit air Sungai Tuntang berpotensi memperparah keretakan dan memicu jebolnya tanggul.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga mengingatkan pentingnya perawatan tanggul oleh pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia mengimbau agar dilakukan penanaman pohon di sekitar tanggul serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Rawat tanggulnya, tanami pohon, dan masyarakat jangan buang sampah sembarangan,” pesannya. (KS01)